Ketua DPRD Jabar Apresiasi Kinerja Ridwan Kamil dan Uu, Yakini Hal Ini
Terasjabar.co – Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum akan mengakhiri tugasnya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pada 2023. Ketua DPRD Provinsi Jabar, Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat pun mengapresiasi capaian Jawa Barat selama dipimpin oleh Ridwan Kamil dan Uu.
“Gubernur dan Wagub sudah ibarat suami dan istri, bagus (saling melengkapi), dan semua program berjalan baik,” kata Taufik Hidayat di Kantor DPRD Jabar, Senin (5/9/2022).
Ia mengatakan selain capaian yang baik dan program-program yang sukses terealisasi walaupun dihantam pandemi Covid-19, di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu, Pemprov Jabar telah menjalin kerjasama dan keharmonisan yang baik dengan DPRD Jabar.
“Jadi kitanya tidak ada seperti anjing dan kucing. Karena kita tujuannnya ujung-ujungnya satu. Pemprov Jabar selaku eksekutif dan DPRD Jabar selaku legislatif, kita tujuannya sama, adalah supaya rakyat sejahtera,” katanya.
Ia mengatakan walaupun bisa saja berbeda pendapat secara pribadi mengenai suatu hal, Ridwan Kamil dan Uu dinilainya mampu menjalin kerja sama dan kekompakan yang baik dalam memimpin Jabar.
“Ridwan Kamil dan Uu baik-baik saja. Dimana-mana kalau pasang foto juga berdua. Enggak ada yang Ridwan Kamil dengan Taufik Hidayat,” katanya.
Ia mengatakan sangat yakin di sisa masa kepemimpinannya, Ridwan Kamil dan Uu bisa terus kompak dan menjalin koordinasi yang baik dengan DPRD Jabar dalam membangun terus Jawa Barat.
“Gubernur dan wagub, pemerintahan Jawa Barat, khususnya dengan DPRD Jabar, insyaallah akan terus baik karena tujuan kita satu, rakyat sejahtera, tidak ada tujuan lain,” katanya.
Sebelumnya pada Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan pula capaian yang telah diraih Provinsi Jawa Barat mulai dari pengentasan kemiskinan, hingga penurunan tingkat pengangguran.
Capaian tersebut meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat yang mencapai 72,45 poin meningkat 0,35 dibanding tahun 2021, penurunan persentase penduduk miskin 7,79 persen, menurun 0,46 persen dari 2021.
Selain itu laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,41 poin, meningkat 0,3 poin dari tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka di Jabar tahun ini pun sebesar 9,82 poin, menurun 0,64 poin dari 2021, dan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 3,74 poin meningkat 0,5 poin dari tahun 2021.
Capaian ini menurut Kang Emil dipicu oleh meningkatnya investasi, serta pertumbuhan ekspor yang terus meningkat.
“Jawa Barat berturut-turut menjadi tempat investasi terbaik di Indonesia. Tercatat realisasi investasi dari tahun 2021 senilai Rp 136,13 triliun, dengan menyerap 135.638 tenaga kerja,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa Jabar menjadi Provinsi pengekspor terbesar, yakni senilai 15,71 miliar dolar AS atau 13,67 persen secara nasional. Selain itu di triwulan kedua ini, nilai ekspor Jabar sudah mencapai 19,23 miliar dolar AS, juara satu tingkat nasional.
Ia mengatakan di Jabar pada tahun 2021, capaian indeks desa membangun (IDM) sebesar 0,72 poin dan pada tahun 2022 sudah tidak ada lagi status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.
Desa berkembang meningkat menjadi 1.671, desa maju sebanyak 2.511, dan desa mandiri meningkat signifikan menjadi 1.130, yang sebelumnya hanya sebanyak 586 desa.
“Peningkatan kualitas hidup masyarakat desa penting digulirkan agar tak ada lagi dikotomi warga yang tinggal di kota dan desa. Dari berbagai aspek, keduanya harus bisa berjalan beriringan, berkolaborasi, dan saling mengisi,” katanya.
Pemprov Jabar juga, katanya, membangun command center di kabupaten dan kota sebagai sarana pengambilan keputusan dan kebijakan untuk kepala daerah.
Sebanyak 12 command center telah dibangun dan diproyeksikan akan terus dibangun pada setiap kota kabupaten di seluruh Jawa Barat
“Kami menyelaraskan pembangunan baik di desa, maupun di kota melalui berbagai aspek dengan berkolaborasi dan saling mengisi, sehingga kita bisa mengurangi ketimpangan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk laju pertumbuhan infrastruktur, Jabar bersama Pemerintah Pusat sedang membangun sembilan jalan tol. Kemudian jalan tol yang terpanjang, yaitu Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.
Seperti diketahui, di Jabar saat ini terdapat sembilan jalan tol yang masih dalam tahapan pembangunan.
Pertama adalah Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan dengan target operasi 2022, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi ditargetkan rampung 2024, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan ditargetkan rampung pada 2025.
Tol Depok-Antasari diperkirakan rampung 2024, Tol Cimanggis-Cibitung pada 2023, Tol Cibitung-Cilincing pada 2022, Tol Cinere-Jagorawi pada 2022, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang memasuki rencana perjanjian pengusahaan, serta Akses Pelabuhan Patimban yang memasuki proses lelang.
Tak hanya jalan tol, Jabar pun akan memiliki bendungan untuk mengurangi potensi banjir di kawasan Jabodetabek.
“Selain pembangunan jalan tol, kami (Pemda Provinsi Jabar) sedang membangun dua bendungan, yaitu Bendungan Ciawi dan Sukamahi untuk memenuhi kebutuhan irigasi, juga mengurangi potensi banjir di Jabodetabek,” ujarnya.
Perekonomian Jawa Barat pada Triwulan II tahun 2022 tumbuh positif 5,68 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,44 persen (yoy) dan diharapkan angka ini akan terus naik di triwulan berikutnya.
Provinsi Jawa Barat sebagai destinasi investasi terbaik di indonesia mencatat pada tahun 2021 nilai realisasi investasi Jawa Barat mencapai Rp 136,13 triliun dan menyerap sekitar 135.638 tenaga kerja.






Leave a Reply