Dilema Ganjar Pranowo: Di Luar Disanjung, Di Dalam Dirundung
Oleh:
DEDI ASIKIN
Terasjabar.co – Perasaan gundah mungkin kini sedang membelit hati Ganjar Pranowo. Kader senior PDI-P itu sedang dagdigdug meninggu dawuh bunda Suri Megawati. Pemegang hak prerogratif itu belum juga bertitah menunjuk siapa yang dicalonkan PDIP pada pilpres 2024.
Dukungan yang diperoleh dari banyak elemen, dari kanan kiri dari muka belakang, belum tentu menjadi referensie atau rekomendasi bagi ibu Suri untuk menunjuknya sebagai calon pengganti Jokowi.
Ada perintang yang betnuansa ego centris dan subjektif. Tak Lain dan tak bukan adalah putri mahkota Puan Maharani. Meski memiliki dukungan rendah tapi bagi ibu suri sang putri mahkota harus tampil sekarang. Kalau enggak sekarang, lima tahun mendatang ororitas itu belum tentu masih dalam genggaman. Maka itu banyak orang menduga Mega akan mengkesampingkan Ganjar dan menunjuk Puan sebagai capres partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.
Meski begitu GP masih tetap menunjukan kesetiaan kepada partai dan ibu. Menanggapi rekomendasi rakernas partai Nasdem yang menunjuk dia disamping Anis Baswedan dan Jendral Andika Pratama, GP hanya berterima kasih dan menganggap itu sebagai sebuah kehormatan.
“Tapi saya Kader PDIP” ucapnya disela sela rakernas PDIP, Kamis (23/7/2022).
Tapi kasihan GP (Ganjar Pranowo). Posisinya menjadi tidak nyaman. Diinternal partai ia menjadi bulan bulanan teman sesama kader banteng. Sindir sampir bahkan caci maki terdengar di sana sini.
Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul meminta masarakat tidak memilih pemimpin yang terbentuk berdasarkan citra di medsos. Meski tak menyebut nama orang tahu bahwa arahnya ke GP.Pacul bahkan sudah berani bilang bahwa PDIP tidak akan menunjuk GP sebagai Capres.
Kader PDIP lain Trimedya Panjaitan menyebut GP “kemlinthi” (sok) Apa yang dia kerjakan sebagai gubernur , bagaimana kasus Wadas, rob dan angka kemiskinan yang terus meningkat ? Dia cuma sibuk di medsos.Virtual itu panggung GP.
Bahkan Puan Maharani juga sempat menyindir GP. Putri mahkota itu pernah berujar, pemimpin itu tempatnya di lapangan, bukan di medsos. Tentu saja orang mudah menerka arahnya kemana lagi kalau bukan ke GP.
Menanggapi ocehan sesama kader banteng itu GP menanggapi dengan tenang. Ia mengatakan dirinya tetap hormat kepada partai dan ibu Megawati. Saya manut kepada keputusan ibu katanya kepada media di tempat rakernas Lenteng Agung.
Sementara itu analis politik Voxpol Centre Research and Consulting Pangi Sawi yakin PDIP akan menunjuk GP. PDIP butuh elektabilitas dan itu adanya pada GP. Puan harus berbesar hati mundur demi kejayaan partai. PDIP akan rugi jika tetap mengedepankan ego. PDIP hanya bisa diselamatkan dengan menampilkan GP.
Ia menambahkan bahwa popularitas GP memang didukung oleh keberadaan teknologi digital. Jagad virtual itu menjadi panggung GP. Menurut catatan Pangi kiprah GP dipanggung nitizen itu terinci sebagai berikut: Di akun FB 1,6 juta pengikut, Twitter 2,57 pollowers, YouTube 1,3 sub cribe, Instagram 4,7 juta pengetuit. Jarang ada pejabat lain yang sehebat itu.
Jadi itulah dilema Ganjar Pranowo. Di luar disanjung di dalam dirundung. Kemana pesawat pembawa nasib akan landing, tunggu saja. Biar ibu suri, Megawati Soekarnoputri dan Tuhan yang Maha penentu yang memutuskan.






Leave a Reply