PERTUNI Jabar Minta Siaran TV Digital Menjangkau Semua Kalangan
Terasjabar.co – Kota Bandung Jawa Barat menjadi tempat perhelatan akbar Hari Penyiaran Nasional Ke-89 yang Puncak acaranya akan digelar di The House Convention Hall Bandung pada tanggal 1 April 2022. Acara ini akan disiarkan langsung oleh berbagai lembaga penyiaran baik televisi maupun radio.
Anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia Jawa Barat (Pertuni Jabar) yang sedang mengikuti pelatihan penyiaran digital di KPID Jawa Barat (21-22/3/2022) berharap penyiaran Indonesia makin transformative dan dapat diakses oleh semua kalangan.
“Kami juga berharap lembaga penyiaran dapat memberi ruang kreatif bagi mereka. Teman-teman kami ini banyak yang memiliki kemampuan di bidang digital,” kata Rexya Muhammad Rizki, mewakili teman-temannya di KPID Jabar. Di sini, mereka berlatih menjadi orang yang mahir dalam dunia broadcast, khususnya terkait dengan audio, digital, menulis narasi, podcast dan lain-lain.

Komisioner KPID Jawa Barat Syaefurrahman Achmad Albanjary yang menjadi mentor dalam pelatihan ini menilai kemampuan mereka luar biasa. Ingatannya tajam, dan mampu menuliskan narasi berita serta melakukan dubbing untuk dijadikan bahan siaran. Karenanya, lembaga penyiaran perlu mengakomodir kemampuan mereka.
“Diperlukan kerja tim untuk bekerjasama dengan mereka. Intinya mereka memiliki keterbatasan dalam mengambil gambar, tapi memiliki kemampuan lain. Keunggulan inilah yang harus dikembangkan. Dalam konteks penyiaran, juga diperlukan kerja tim yang solid. Tak ada superman, melainkan super tim,” kata Syaefurrahman yang mengaku baru pertama kali mengajar peserta tuna netra di bidang broadcast.
Terkait dengan puncak acara Harsiarnas, Persatuan Tuna Netra Indonesia Jawa Barat berharap Presiden Joko Widodo mendengar suara Pertuni. Acara Harsiarnas ini juga layak dijadikan momentum bahwa transformasi siaran di era digital juga aksessibel kepada semua kalangan, termasuk kalangan tuna netra.
Sebelumnya Ketua KPID Jawa Barat Dr. Adiyana Slamet dalam acara pebukaan di hari pertama juga menegaskan perlunya lembaga penyiaran melakukan kolaborasi lebih luas, dan transformasi penyiaran digital dapat diterjemahkan lebih luas. Acara pelatihan penyiaran ini dilakukan bekerjasma dengan Diskominfo Jawa Barat, khsuusnya Jabar Digital (Service).






Leave a Reply