Kasus COVID-19 Di Bandung Naik Lagi, Sugianto Nangolah Minta Masyarakat Tak Abaikan Prokes
Terasjabar.co – Setelah terus mengalami penurunan, penambahan kasus positif aktif COVID-19 di Kota Bandung kembali terjadi. Namun, kenaikan tak signifikan.
Dari informasi yang ditayangkan terakhir di laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, Kamis (7/10/2021) kemarin kasus positif aktif mengalami penambahan 13 kasus dari sehari sebelumnya menjadi 96 kasus. Pasien sembuh mencapai 40.996 bertambah 4 orang dari sehari sebelumnya dan meninggal dunia masih di angka 1.422 kasus.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Kota Cimahi meminta Pemkot Bandung berhati-hati dalam melakukan relaksasi.
“Pemkot Bandung harus mengantisipasi hal ini, harus berhati-hati dalam melakukan relaksasi,” kata Sugianto, Jumat (8/10/2021).
Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menyebut, setiap relaksasi yang dilakukan, Pemkot Bandung perlu melakukan evaluasi yang sangat ketat.
“Kalaupun ada relaksasi ya harus sangat ketat, supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Anggota Komisi III DPRD Jabar ini juga menyoroti terkait protokol kesehatan di pasar, khususnya pasar tradisional. Sugianto meminta pedagang tetap menjaga prokes untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.
“Saya juga meminta, baik kepada pedagang dan pengunjung agar tetap memakai master. Ini adalah salah satu ikhtiar kita. Karena protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker menjadi sangat penting agar terhindar dari paparan Covid-19,” ujarnya.
Sugianto menuturkan, di sejumlah negara saat ini kembali terjadi lonjakan kasus COVID-19. Padahal negara tersebut telah mencapai angka vaksinasi yang sangat tinggi. Hal itu akibat warganya terlena dan mengabaikan prokes.
“Jangan abai, jangan euphoria, jangan lengah, masyarakat harus tetap menjaga prokes. Karena meskipun nanti vaksin selesai 100 persen, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya penggunaan masker,” pungkasnya.






Leave a Reply