Elektabilitas Anies-AHY Ungguli Prabowo-Puan, Apa Kata Demokrat?

Terasjabar.co – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut partainya belum memikirkan Pemilihan Presiden 2024 mendatang dan masih fokus pada pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Herzaky merespons hasil survei Indostrategic terkait simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang menunjukkan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi teratas dengan elektabilitas 20,25 persen.

“Bagi kami, Pilpres 2024 itu sendiri belum saatnya untuk dibahas. Karena pandemi saat ini menjadi prioritas. Tak pantas dan tak elok membahas pilpres di saat rakyat banyak yang sedang susah,” kata Herzaky saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Herzaky mengaku bersyukur dengan meningkatnya elektabilitas AHY dan Partai Demokrat yang ia sebut sebagai buah kerja Partai Demokrat dalam membantu rakyat Indonesia.

Namun, Herzaky menegaskan, partainya belum membicarakan kontestasi pemilihan presiden 3 tahun mendatang.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Pencapaian ini semakin memacu kami untuk terus konsisten memberikan yang terbaik untuk rakyat,” ujar Herzaky.

“Tentu pada saatnya, kami akan membahas mengenai pilpres ini. Tetapi, tidak sekarang,” kata dia.

Sebelumnya, hasil survei Indostrategic menunjukkan, pasangan Anies-AHY tercatat memiliki elektabilitas tertinggi, menggungguli pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani.

“Mendapatkan porsi tertinggi itu adalah Anies Baswedan berpasangan dengan AHY yaitu di angka 20,25 persen. Selanjutnya adalah Prabowo-Puan berada di urutan kedua dengan angka 14,65 persen,” kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam rilis survei secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Khoirul menilai, hasil survei bahwa Anies-AHY menempati posisi pertama dikarenakan kuatnya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin yang baru.

Kendati demikian, apabila pasangan tersebut benar terwujud, dibutuhkan kerja yang sangat keras lantaran Anies tidak memiliki basis atau dukungan partai politik murni.

“Maka dia harus meyakinkan berbagai partai politik mitra, untuk memberikan dukungan politiknya, membentuk gerbong koalisi,” ujar Khoirul.

Survei ini dilaksanakan pada 23 Maret-1 Juni 2021 melalui wawancara tatap muka terhadap 2.400 responden di 34 provinsi.

Metode penarikan sampel dilakukan melalui multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan tingkat margin of error 2 persen.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *