Toto Purwanto Sebut Banjir Di Karawang Beberapa Waktu Lalu Jadi Yang Terparah
Terasjabar.co – Banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu dinilai menjadi yang terparah dalam kurun waktu 10 tahun. Pasalnya, banjir tersebut sempat merendam 30 kecamatan serta 2 ribu hektare area persawahan.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Toto Purwanto Sandi mengungkapkan, tanggul yang jebol akibat luapan air sangat ekstrim saat banjir memang berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Akan tetapi, ketika pihaknya berkonsultasi dengan POJ, tanggul jebol di aliran Sungai Cibeet tidak terlalu berdampak signifikan.
“Karena ini semuanya, kota ini macet aliran airnya. Kan ini 30 kecamatan, luar biasa. Kalau dulu banjir itu 1 hingga 2 kecamatan, sekarang hampir seluruh kecamatan. Banjir kali ini menjadi yang terbesar dan terparah,” ungkap politisi Dapil X (Kabupaten Karawang dan Purwakarta), Senin (15/3/2021).
Menurutnya, tanggul jebol yang mengakibatkan air limpahan Sungai Cibeet dan Citarum masuk ke area pemukiman bukan menjadi faktor utama. Akan tetapi, tata ruang wilayah perkotaan tidak memperhatikan drainase.
“Pembangunan perumahan Kabupaten Karawang sangat masif tetapi kerap kali tidak memperhatikan sistem drainase yang memadai. Dulu daerah hanya di sekitaran Rengasdengklok dan di dekat KPU saja,” tuturnya.
Ia menilai banyaknya pembangunan perumahan tanpa memperhatikan drainase menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, ke depan Pemkab Karawang harus memerhatikan tata ruang karena Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sudah ada dan sebaiknya tidak keluar dari aturan tersebut.
“Utamanya pembangunan drainasenya. Mantap Karawang ini, drainasenya ngga jalan,” tandasnya.






Leave a Reply