Ratusan Elemen Masyarakat Padati Tegallega, Gerak Jabar Deklarasikan Perang Terhadap Kemaksiatan

Terasjabar.co – Ratusan perwakilan organisasi masyarakat, organisasi Islam, pesantren, DKM, paguron, LSM, paguyuban hingga komunitas memadati kawasan Taman Tegalega, Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). Mereka berkumpul dalam Jambore Gerakan Rakyat Anti Komunis-Kedzaliman dan Kemaksiatan (GERAK) Jawa Barat yang dirangkaikan dengan Deklarasi Jawa Barat Anti-Kemaksiatan.

Bukan sekadar seremonial, kegiatan tersebut menjadi panggung konsolidasi berbagai elemen masyarakat Jawa Barat untuk menyatakan sikap tegas terhadap maraknya penyakit masyarakat yang dinilai semakin mengkhawatirkan, mulai dari perjudian, judi online, minuman keras, narkoba, pinjaman online, prostitusi dan perzinaan hingga persoalan sosial lainnya.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari lebih dari 30 elemen yang tergabung dalam GERAK Jabar itu dipandu oleh Kang Ustadz Are atau Asep Ruswan Efendi. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana semakin menggelora ketika Dewan Pembina GERAK Jabar, Kang Dicky Ahmad, yang juga Ketua Umum BARKIN Jawa Barat, menyampaikan sambutannya. Meski hadir dalam kondisi kurang sehat, Dicky tetap menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial masyarakat Jawa Barat.

“Kita sebagai warga masyarakat tidak bisa diam. Kita harus bergerak, tidak boleh tinggal diam. Harus melawan kedzaliman dan kemunkaran. Allahu Akbar!” tegasnya.

Orasi Kebangsaan dan Konsolidasi Elemen Masyarakat

Ketua GERAK Jabar H.M. Roinul Balad yang berhalangan hadir menyampaikan sambutan tertulis. Ia mengatakan Jambore GERAK memiliki dua momentum penting, yakni mengingatkan masyarakat terhadap bahaya ideologi komunisme sekaligus mengonsolidasikan gerakan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk kemaksiatan.

Menurutnya, sejarah mencatat Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Karena itu, kewaspadaan terhadap ideologi komunisme harus terus dijaga.

“Namanya ideologi, namanya keyakinan, itu susah diberhentikan atau tidak akan pernah berhenti. Untuk itu setiap bulan September, setiap tahun, elemen masyarakat yang tergabung di GERAK Jabar mengadakan Jambore GERAK,” ujarnya.

Sementara itu, persoalan kemaksiatan juga menjadi perhatian utama dalam deklarasi tersebut. Roin menyebut perjudian, minuman keras, perzinaan, LGBT dan peredaran obat-obatan terlarang sebagai persoalan yang harus mendapat perhatian serius.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Tidak mungkin dilawan oleh pemerintah saja. Tetapi juga bersama masyarakat, termasuk elemen GERAK Jabar. Insya Allah tetap bersama penguasa, pemerintah, baik aparat dan semua stakeholder untuk melawan mereka,” tegasnya.

Sejumlah tokoh kemudian menyampaikan orasi kebangsaan, di antaranya Dr. Ustadz Yudi Kristanto, M.Pd., Assoc. Prof. Dr. KH. Rajaminsyah, SH., M.M.Pd., Kang Robby Suganda, Ketua Umum Sunda Wani, serta Prof. Dr. Anton Minardi, S.IP., SH., M.Ag., MA.

Atraksi Pencak Silat Garut Meriahkan Jambore

Tidak hanya diisi dengan orasi dan deklarasi, Jambore GERAK Jabar juga dimeriahkan dengan atraksi pencak silat dari salah satu paguron pencak silat asal Kabupaten Garut.

Atraksi tersebut menjadi salah satu perhatian peserta. Para pesilat menampilkan sejumlah gerakan bela diri tradisional khas Tatar Sunda dengan perpaduan ketangkasan, kecepatan, kekuatan dan disiplin.

Tepuk tangan peserta pun pecah ketika para pesilat memperagakan jurus-jurus pencak silat secara berkelompok maupun perorangan.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian acara, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya melestarikan budaya dan kearifan lokal Jawa Barat.

Kehadiran paguron pencak silat dari Garut juga memperlihatkan bahwa konsolidasi GERAK Jabar tidak hanya melibatkan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tetapi juga unsur kebudayaan dan paguron yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat Jawa Barat.

Pencak silat sendiri merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sunda yang selama ini tumbuh dan berkembang melalui berbagai paguron di pelosok Jawa Barat.

Anton Minardi: Makna Kemaksiatan Harus Diperluas

Prof. Dr. Anton Minardi, S.IP., SH., M.Ag., MA., dari Gerakan Masyarakat Melawan Islamophobia (GAMMIS) dan Gerakan Ukhuwah Islamiyah dan Hijrah (GUIH), mengingatkan agar definisi kemaksiatan dan kedzaliman tidak dipersempit hanya pada persoalan moral dan penyakit masyarakat.

Menurutnya, korupsi, suap, pembakaran hutan, kebijakan yang merugikan rakyat hingga janji politik yang tidak ditepati juga harus menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemaksiatan dan kedzaliman.

“Korupsi, suap, pembakaran hutan, kebijakan yang merugikan rakyat, janji palsu kampanye dan sebagainya harus dimasukkan sebagai aktivitas kemaksiatan dan kedzaliman,” tegas Anton.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab dan tidak memberikan dukungan kepada calon maupun partai politik yang dinilai terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat.

Rajaminsyah Soroti Pinjol dan Judol

Dukungan terhadap deklarasi juga disampaikan Assoc. Prof. Dr. KH. Rajaminsyah, SH., M.M.Pd., Ketua Majelis Syuro Harakah Bakomubin DPW Jawa Barat.

Rajaminsyah menilai berbagai bentuk kemaksiatan dan penyakit masyarakat saat ini telah berkembang dalam bentuk semakin kompleks. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah judi online dan pinjaman online ilegal.

“Pinjol dan judol ini sudah banyak memakan korban, bahkan ada yang sampai bunuh diri akibat terlilit utang. Pemerintah harus segera turun tangan menangani persoalan ini.”

Cep Yudi Serukan Penguatan Iman dan Ketakwaan

Orasi kebangsaan berikutnya disampaikan Dr. Ustadz Yudi Kristanto, M.Pd., Ketua LPQQI dari Karawang. Pria yang akrab disapa Cep Yudi itu menyerukan agar masyarakat Jawa Barat meningkatkan kesalehan hidup melalui penguatan iman dan ketakwaan.

Ia menyebut berbagai persoalan seperti perzinaan, LGBT, riba, judi online, pinjaman online, minuman keras, narkoba dan korupsi sebagai persoalan serius yang harus dicegah bersama.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap persoalan kesyirikan dan pemurtadan yang dalam perspektif keagamaannya merupakan bentuk kemaksiatan yang sangat serius.

“Kalau Jawa Barat ingin maju, maka tidak boleh ada sedikit pun kemaksiatan terjadi di Jawa Barat,” ujarnya.

Menurut Yudi, setiap elemen masyarakat memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

GERAK Jabar Siapkan Posko Pengaduan

Momentum deklarasi kemudian dilanjutkan dengan rencana pembentukan Posko Pengaduan GERAK Jabar. Ketua Panitia, Nono Mulyana, mengatakan posko tersebut nantinya menjadi saluran masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai dugaan penyakit masyarakat di lingkungannya.

“Posko ini insya Allah akan ada di setiap ormas Islam, ormas kebangsaan, pesantren, DKM, paguron, LSM, paguyuban dan komunitas yang tergabung di GERAK Jabar.”

Selain posko secara langsung, GERAK Jabar juga berencana membuka layanan pengaduan berbasis digital melalui nomor WhatsApp dan website.

GERAK Jabar juga menyatakan akan memberikan pendampingan atau advokasi kepada korban maupun pelapor yang membutuhkan bantuan hukum.

“Setelah ini insya Allah akan ada deklarasi serupa di kota dan kabupaten di Jawa Barat. Kota Bandung ini hanya launching awal. Berikutnya kita agendakan di seluruh Jawa Barat,” ujar Nono.

Empat Poin Deklarasi GERAK Jabar

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Pernyataan Sikap dan Deklarasi GERAK Jabar atas Berbagai Kemaksiatan dan Penyakit Masyarakat yang Meningkat Akhir-Akhir Ini yang disampaikan Mochammad Budiman dari Wahdah Islamiyah Jabar.

Dalam deklarasi tersebut, GERAK Jabar menyatakan empat sikap utama:

Pertama, menyatakan perang terhadap judi, minuman keras, narkoba, LGBT, pinjaman online dan berbagai penyakit masyarakat lainnya serta menolak aktivitas tersebut di lingkungan masyarakat.

Kedua, mendukung pemberantasan penyakit masyarakat, baik secara offline maupun online, termasuk mendukung langkah aparat penegak hukum dan kementerian terkait dalam melakukan penindakan serta pemblokiran terhadap situs dan konten yang mempromosikannya sesuai ketentuan hukum.

Ketiga, melakukan edukasi secara berkelanjutan dengan menginstruksikan masyarakat, kader dan simpatisan GERAK di seluruh Jawa Barat untuk aktif menyosialisasikan bahaya penyakit masyarakat.

Keempat, membuka posko pengaduan warga bagi masyarakat yang mengetahui adanya penyakit masyarakat di lingkungan sekitar agar dapat diteruskan kepada pihak berwenang.

Deklarasi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga masa depan masyarakat dan generasi muda Jawa Barat.

Dengan deklarasi tersebut, GERAK Jabar menegaskan bahwa agenda melawan penyakit masyarakat tidak berhenti di Taman Tegalega. Bandung disebut sebagai titik awal konsolidasi, sementara deklarasi dan pembentukan jejaring pengaduan ditargetkan bergerak ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Dari Tegalega, suara perlawanan terhadap kemaksiatan digaungkan. GERAK Jabar ingin menjadikan deklarasi ini bukan sekadar pernyataan sikap, tetapi awal dari gerakan masyarakat yang lebih luas di seluruh Jawa Barat.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam