Sejak Dibuka, Tingkat Kunjungan ke Mal di Kota Bandung Baru 15 Persen

Terasjabar.co – Sejak diizinkan kembali beroperasi, jumlah pengunjung ke mal di Kota Bandung belum menunjukan peningkatan yang siginifikan. Setiap harinya tingkat kunjungan ke mal hanya sekitar 5 persen hingga 15 persen saja.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat Arman Hermawan mengatakan meski belum ada peningkatan yang signifikan okupansi mulai merangkak naik.

“Sejak mal dibuka sekarang kondisinya mulai sedikit membaik, kalau pertama kali dibuka mungkin kunjungannya hanya sekitar 5 persen. Sekarang bisa naik 10, bahkan kalau hari Minggu bisa sampai 15 persen, tapi itu masih jauh dari kapasitas yang sudah dibuka 50 persen,” kata Arman di Mal Festival Citilink, Jalan Peta, Kota Bandung, Jumat (16/10/2020).

Menurut Arman masih sepinya mal karena ada kekhawatiran dari warga terkait penyebaran COVID-19. Padahal sejumlah protokol kesehatan sudah dilakukan demi mencegah peyebaran virus mematikan tersebut.

“Padahal protokol kesehatan di mal sudah tiga lapis, harusnya mal menjadi salah satu tempat untuk memenuhi kebutuhan yang lebih aman daripada yang lain, hanya ini yang belum terekpose, padahal kan di pinggir jalan lebih padat dibandingkan di mal,” ungkapnya.

Menurutnya, dampak kerugian sejak mal dilakukan penutupan hingga dibuka sangat signifikan sekali. “Kerugiannya pas tutup sama sekali Rp 35 triliun, kemudian banyak yang dirumahkan dan lainnya. Sekarang dengan kondisi baru buka dan bergeliat walau toko masih banyak yang tutup sekitar Rp 1,5- Rp 2 triliun kerugiannya,” jelasnya.

Menurutnya, bila sudah kembali normal, pemasukan mal setiap bulan bisa mencapai Rp 30 triliun. Hal itu tentu berdampak baik pada pemasukan pajak Kota Bandung.

“Menghasilkan sekitar Rp 30 triliun bisa masuk perbulan dari 20 mal. Bayangkan itu buat pendapatan daerahnya lumayan. Ada pajak macam-macam, pajak hiburan, pajak makanan, pajak parkir,” ucapnya.

Menurutnya, meski mal sudah buka masih ada kategori yang belum dibuka dan direlaksasi. “Seperti mainan anak-anak belum diizinkan, salon kecantikan, terapi dan pijat belum. Baru-baru ini dibuka bioskop,” ujarnya.

Ia menyebut, 20 mal di Kota Bandung yang sudah dibuka menerapakan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan, menggunakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker.

“Kita lakukan setiap pengunjung yang masuk orang perorangan dicek suhu tubuhnya, kemudian diwajibkan cuci tangan dan menggunakan masker. Kalau tidak menggunakan masker maka tidak diizinkan Masuk,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *