Eyang Memet Lega Setelah Impiannya Untuk Membuat Leuweung Padjadjaran Terwujud

Terasjabar.co – Beberapa tahun yang lalu Memet Ahmad Surahman yang karib disapa Eyang Memet pernah menyampaikan gagasannya bahwa di Jawa Barat harus memiliki “Leuweung Padjadjaran”, dengan menanam berbagai jenis pohon langka yang hampir punah.

Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Eyang Memet selalu masuk dan keluar hutan untuk mencari berbagai jenis tanaman yang tumbuh di hutan dan setiap biji yang di temukannya selalu dibawa dan di coba di semai yang hasilnya cukup menggemberikan dapat mendapatkan jenis jenis tanaman langka.

Berkat keuletan dan tekad yang kuat untuk memelihara dan melestarikan berbagai jenis tanaman hutan yang sudah hampir punah, sehingga ia memiliki Kebun Pembibitan sekaligus Sebagai Laboratorium penelitiannya, yang berlokasi di Jalan Raya Gambung Km. 3 RT 002 RW 014 Kelurahan Cibodas Provinsi Jawa Barat, dimana para peneliti dari IPB Bogor, Mahasiswa Fakultas Kehutanan, Para penggiat Lingkunggan bahkan para Pejabat dari Dinas Kehutanan dan Kelompok Tani, sering berkunjung dan meminta Saran untuk melaksanakan tugasnya, sering berkonsultasi kepada Eyang Memet.

Pria kelahiran Bandung 29 November 1953, selain mencintai untuk menanam berbagai jenis Tanaman yang dilakoninya sejak usia 12 tahun sangat gemar menanam pohon, juga sebagai pendiri BBC dan Pembina P3S Gagak Lumayung.

Siapa sangka, ia dapat bersekolah hasil dari pohon yang ditanamnya sedari kecil. Kegemaran menanam pohon ditularkan oleh kakek dan neneknya saat ia duduk di SMPN 1 Garut dan belajar di pondok Pesantren Keresek, Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Saya menanam pohon alpukat lima, kelapa lima dan pete 12. Ternyata hanya dengan tanam itu bisa digunakan untuk biaya sekolah dan seluruh kegiatan di sekolah bisa saya ikuti, bahkan untuk biaya kuliah saya gunakan dari penjualan kelapa dan alpukat, di Cibatu” kata Eyang Memet mengenang kisah lampau kepada Terasjabar.co sesuai pelaksanakan Gerakan Leuweung Padjadjaran di Desa Kampung Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut menanam 222.020 bibit pohon pada lahan kritis sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, dalam sebuah gerakan bernama Leuweung Padjadjaran yang dipelopori Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Perjuangan pada Minggu (2/2/2020).

Ratusan ribu bibit itu terdiri dari 150 jenis pohon, 89 pohon di antaranya tergolong tanaman endemik atau langka. Gerakan Penanaman Leuweung Padjadjaran ini jangan dilaksanakan hanya serimonial saja , tapi harus terus di pelihara dan jaga secara terus menerus, dengan demikian kegiatan ini , tidak mubadzir dan dapat dirasakan manfaatnya.

Selain itu menurut Eyang, bahwa Idealnya Leuweung Padjadjaran di bangun disalah satu tempat / Bukit yang di tanami berbagai jenis tanaman langka, dan dijaga oleh para Jawara.

Menanggapi keiinginan Eyang Memet, Robby Maulana Zulkarnaen/Budayawan/Seniman yang juga selaku Ketua Devisi SDM dan Kebudayaan Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) DPD Jawa Barat, yang pada Kegiatan Gerakan Leuweung Padjadjaran mendapat tugas untuk memandu Prosesi Acara Gerakan Leuweung Padjadjaran Pihaknya sangat mendukung dilaksanakan Program Leuweung Padjadjaran.

Memang beberapa tahun yang lalu Eyang Memet, pernah melontakan keinginannya dihadapan para aktivis lingkungan dan para Pendekar Silat dari P3S Gagak Lumayung dimana Eyang Memet salah seorang sesepuh P3S Gagak Lumayung, bahwa beliau sangat mendampakan sekali Jawa barat Memiliki Leuweung Padjadjaran, yang lebat dengan pepohonan yang langka, mendapat penjagaan/ dan Pemeliharaan oleh para jawara, sehingga leuweung tersebut akan terjaga dari tangan tangan jahil.

Pada waktu itu Robby langsung terbetik/dalam pikiranya untuk membentuk perkumpulan/komunitas yang di beri Nama JAWARA singkatan dari Jaga Wana Nusantara, yang bertugas untuk menjaga wana atau Hutan/Leuweung . Makanya dalam prosesi acara di laksanakan terjadi terdengar saling bertanya “JALEULEU – di jawab JA, 3 kali. Anu gunung – Araya? Aya anu ngajagana? Aya J A W A R A – JAGA WANA NUSANTARA, maka diserahkan PATAKA/PANJI JAWARA yang diterima oleh Eyang Memet sebagai yang punya Leuweung.

Jadi Jawara yang di diinginkan Eyang Memet dapat di penuhi dengan anggotanya sebagian besar memang di ambil dari Pemuda/i yang mempunyai hobby menjaga Lingkungan/Alam dan memiliki seni bela diri.

Mengakhairi perbincangannya Robby Maulana Zulkarnaen mengatakan “Kiranya Leuweung Padjadjaran dapat di laksanakan di Kabupaten lainnya”, tegasnya. ***Ocid Sutarsa.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 6 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia