Pemuda Patriot Desa Ditugaskan Bawa Instrumen Ekonomi dan Kesejehateraan Masyarakat

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melepas 110 pemuda Patriot Desa yang akan di tugaskan di desa-desa di Jawa Barat untuk membawa perubahan dengan menghadirkan instrumen ekonomi dan kesejahteraan bagi warga di desa-desa yang ditinggalinya.

Menurutnya, para pemuda tersebut merupakan orang-orang yang memiliki skill teknis pintal, paham digital serta perekonomian. Pasalnya, sebelum dilepas mereka telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM Desa) Jabar selama 45 hari.

“Terakhir, mereka punya kompetensi keikhlasan karena mereka akan ditempatkan di desa-desa yang paling terbelakang, di perbatasan, dari yang terlihat tidak mungkin harus menjadi mungkin,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/11/2019).

Baca Juga: Gubernur Jabar Lepas 110 Milenial untuk Jadi Patriot di 50 Desa

Emil mengatakan, para Patriot Desa tersebut merupakan gelombang pertama hasil seleksi 3.005 orang pendaftar dan akan tinggal di desa-desa selama satu tahun. Namun, Pemprov Jabar setiap tahunnya juga akan menambah kuota Patriot Desa, hingga desa-desa mampu berkembang.

Selain itu, lanjut Emil, secara teknis Patriot Desa harus bisa melahirkan bisnis, di mana desa yang tidak memiliki perusahaan mampu membangun dan mempekerjakan pemuda di desa tersebut. Dengan begitu, perusahaan yang dibangun Patriot Desa akan mendatangkan pendapatan bagi masyarakatnya.

“Sampai suatu hari di akhir kepemimpinan kami tidak ada desa yang tidak punya usaha, bisnis, yang membuat desa itu menjadi maju, sehingga tidak ada lagi istilah anak muda hijrah ke kota karena tidak ada pilihan,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan logistik, pihaknya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan pihak terkait lainnya guna membantu Patriot Desa yang memerlukan instrumen-instrumen pendukung. Dengan harapan, desa-desa di Jawa Barat semakin maju melalui ide dan gagasan anak mudanya.

“Status mereka itu nanti jadi pemimpin, pemimpin yang membawa perubahan dengan laboratoriumnya adalah desa. Yang lain masih aman di kota dengan zona nyamannya, mereka berkeringat panas-panasan nyari gagasan membawa perubahan,” tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *