Usul Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Muncul Kembali
Terasjabar.co – Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi sejumlah tokoh Jawa Barat yang mengusulkan nama Provinsi Jawa Barat untuk diganti. Untuk diketahui, sejumlah tokoh kembali mengemukakan wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat.
Selain berkaitan dengan identitas, perubahan nama diyakini juga akan mendatangkan sejumlah nilai manfaat lain. Namun, kajian, naskah akademis, serta diskusi lebih lanjut masih harus dilakukan.
Adapun usulan dikemukankan pada dialog di Graha Suria Atmaja Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Sabtu (28/9/2019).
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh Jawa Barat seperti Ketua Dewan Kebudayaan Jawa Barat Ganjar Kurnia,Tjetje Padmadinata, Asep Warlan, Adjie Esa Poetra, Bucky Wikagoe, serta tokoh lainnya.
Perubahan nama Jawa Barat memang bukan hal baru. Wacana serupa sempat mengemuka beberapa tahun silam. Saat ini, ide tersebut kembali menguat. Terlebih karena penggantian nama ini merupakan hal yang sudah dilakukan sejumlah provinsi lain.
“Di mana-mana hidup ini adalah kesepakatan, jadi perubahan itu silakan selama ada kesepakatan,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/9/2019).
Menurut Emil sapaan akrabnya, kesepakatan tersebut harus dicari. Namun tentunya harus menempuh beberapa tahap seperti ada uji publik semacam survei atau polling. “Itu kan harus dipikirkan,” kata dia.
Selebihnya, Emil mengapresiasi inisiatif sejumlah tokoh Jawa Barat tersebut.
“Saya kira itu wajar dan baik nanti memastikan bahwa aspirasi itu mendapatkan ruang untuk masyarakat itu yang harus dicari,”kata dia.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kebudayaan Jawa Barat Ganjar Kurnia mengatakan, sekarang ada banyak pemikiran mengenai penggantian nama, dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya aspek sosioligis, dan aspek psikologis.
“Kita juga perlu semacam brand. Tetapi hal-hal semacam ini masih akan kita kaji secara akademis. Ada pemikiran sudah sejak lama, dan itu juga di tempat lain hal-hal biasa saja, bukan sesuatu yang besar,” katanya.
Ganjar mengemukakan, pembahasan di lingkup regional masih harus dilakukan sebelum nama baru diajukan ke tingkat pusat. Diskusi dengan tokoh-tokoh terkait diperlukan untuk memastikan keterwakilan kepentingan seluruh kalangan.
Salah seorang pengkaji penggantian nama Jawa Barat Adjie Esa Poetra menuturkan, sejak beberapa tahun silam pihaknya sudah mengupayakan kajian akademis.
Saat ini, kajian itu sedikitnya melibatkan tujuh akademisi dengan berbagai bidang kepakaran, mulai dari komunikasi politik, sejarah, ekonomi, kebudayaan, hingga agama.






Leave a Reply