Uu Sayangkan Pemberian Obat Kedaluwarsa pada Pasien KIS di Tasikmalaya

Terasjabar.co – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyesalkan terjadinya pemberian obat kedaluwarsa untuk pasien kurang mampu.

Sebelumnya diketahui Anah (50), warga Desa Deudeul, Taraju, Tasikmalaya, nyaris saja mengkonsumsi obat jantung kedaluwarsa, Rabu (18/9/2019).

Perempuan paruh baya ini mendapatkan obat jenis digoxin kedaluwarsa usai berobat di Puskesmas Puspahiang. Tertera dalam kemasan obat jantung ini tanggal kedaluwarsanya bulan agustus 2019 lalu.

Menurutnya peristiwa yang menimpa Anah (50) warga Desa Deudeul, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, menunjukkan kinerja petugas medis yang masih harus dibenahi. Selayaknya, petugas medis menjalankan tugas sesuai prosedur oprasional yang ditentukan peraturan menteri kesehatan.

Pemberian obat harus disampaikan apoteker dengan penjelasan kegunaan serta diperiksa tanggal kedaluwarsanya.

“Saya menyayangkan terjadi kasus pemberian obat kedaluwarsa untuk pasien, saya minta jangan terulang lagi di seluruh Jawa Barat dan tentunya di negara kita, ini membahayakan keselamatan jiwa pasien,” ujar Uu, Sabtu (21/9/2019).

Uu meminta agar seluruh puskesmas memberikan pelayanan medis yang maksimal untuk masyarakat. Jangan sampai, akibat kelalaian petugas medis sehingga pasien dirugikan.

“Untungnya ibu Anah ini belum mengonsumsi obat kedaluwarsa, kan ini kimia, kalau sudah diminum efeknya bisa fatal apalagi Bu Anah riwayatnya penyakit jantung,” kata Uu.

Menurutnya soal sanksi bagi Puskesmas Puspahiang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Tasikmalaya.

Sebelumnya, ibu anah nyaris mengkonsumsi obat jantung kadaluarsa yang dibeli dari puskesmas Puspahiang. Tanggal kedaluwarsa yang tercantum bulan Agustus 2019 lalu.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *