500.000 Warga Miskin Jabar Belum Terakomodasi BPJS Kesehatan PBI

Terasjabar.co – Sekitar 500.000 orang warga Jawa Barat yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Jawa Barat belum terakomodasi sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI (penerima bantuan iuran).

Dengan adanya 923.895 peserta BPJS Kesehatan PBI yang dinonaktifkan, kemungkinan besar 500.000-an warga Jabar yang masuk dalam DTKS bisa terakomodir.

Kepala Bidang Penangan Fakir Miskin Dinsos Provinsi Jabar, Marwini mengatakan, jumlah peserta BPJS PBI di Jabar mencapai 16.461.207 orang, di antaranya tidak tepat sasaran sehingga muncul angka yang dinonaktifkan dari BPJS pusat.

Sementara berdasarkan DTKS ada 500.000 lebih ada berhak menjadi peserta BPJS PBI yang saat ini masih menunggu hasil akhir verifali yang dilakukan oleh pemerintah kota dan kabupaten.

“Asumsinya dengan peserta yang di-nonaktifkan tersebut yang 500.000 itu bisa masuk,”ujar Marwini pada Coffee Morning Dinas Sosial, di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat, 20 September 2019.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu verifali dari masing-masing kota kabupaten yang ditargetkan pada Desember ini sudah tuntas sehingga mulai Januari 2020 nanti sudah ada perbaikan data peserta BPJS PBI.

“Kalau bisa sebelum Desember sudah masuk dalam usulan Dinsos kabupatn kota ke Kemensos untuk dilakukan perangkinga dan dicek kembali. Kalau masuk DTKS, pasti akan jadi calon penerima. pada Januari 2020 nanti,” ucap dia.

Untuk melancarkan verifali data peserta yang dinonaktifkan maupun data yang akan diakomodir pada kepesertaan BPJS PBI tersebut BPJS pusat menggandeng pihak ketiga yaitu Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) karena jumlah yang harus diverifali hampir mencapai 1 juta peserta.

BKI sudah berkoordinasi dengan Kementrian Sosial melalui pusdatinnya. Mereka akan pakai sistem yang biasanya digunakan untuk verifali dan pendataan dari pusdatin .

“(BKI) mereka akan melakukan home visit dan verifali kondisi nyata calon penerima BPJS. Nanti hasilnya dibawa ke kabupaten kota. BKI sudah kompromi akan melibatkan dengan petugas di lapangan. BKI pun mengedukasi masyarakat juga,” ujar dia.

Diakui dia, BKI hanya bekerja di 14 wilayah yang jumlah peserta non aktifnya cukup banyak seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung dan Karawang. Sisanya 13 kota kabupaten diverifali oleh petugas dari dinas sosial masing-masing.

“Kita pantau sampai menunggu respon dari masyarkaat. Almadulillah di Jabar tidak krusial,” ucap dia.

Dia menambahkan, bagi mereka yang dinonaktifkan, otomatis mereka tidak bisa menikmati pelayanan BPJS PBI kecuali berpindah menjadi peserta BPJS Non PBI. Selain itu jika mereka tidak mampu namun dinonaktifkan maka menunggu hasil verifali.

Sementara menurut Kepala Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar, ada beberapa penyebab PBI BPJS Kesehatan dinon-aktifkan. Pertama, ada masalah dengan NIK nya. Mereka, memiliki NIk tapi invalid. Kedua, karena memang tak masuk dalam daftar penerima berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial. Ketiga, karena memang harus divalidasi ulang akibat 2 tahun tak memanfaatkan layanan kesehatan.

“Kan yang tak memanfaatkan layanan kesehatan ini harus divalidasi lagi masih ada atau tidak jadi kalau sudah pindah ke tempat lain nanti bisa dilengkapi,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam