Ridwan Kamil: 2021, Kawasan Taman Budaya Jawa Barat Akan Direvitalisasi

Terasjabar.co – Revitalisasi kawasan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) pada tahun 2021 diharapkan dapat terealisasi. Jawa Barat sudah saatnya memiliki pusat kebudayaan represetatif untuk mendukung dinamisasi kegiatan seni budaya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Taman Budaya Jawa Barat di Jalan Bukit Dago Selatan, Jumat (6/9/2019).

“Tahun (2019) ini juga segera ajukan dan tahun 2020 diharapkan DED (Detail Engineering Desing) sudah masuk, dan pada tahun 2021 mendatang pembangunan sudah segera dimulai,” ujar Gubernur yang akrab disapa Emil itu kepada Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Erick Henriana dan Kepala Seksi Atraksi Seni Iwan Gunawan, dan sejumlah staf UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat.

Kehadiran Emil ke Taman Budaya secara mendadak ke Taman Budaya diterima Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Erick Henriana dan Kepala Seksi Atraksi Seni Iwan Gunawan. Ia langsung melakukan peninjaunan ke fasilitas Taman Budaya di bagian utara.

Selain kondisi Teater Terbuka yang sudah kurang memadai sebagai ruang pertunjukan, lahan kosong bekas fasilitas umum saung dan gazebo yang urung dibangun mini cinema dan galeri perfilman, kini ditanami singkong serta sayuran. Hal ini sangat menjadi perhatian Emil.

Demikian pula halnya dengan Galeri Seni Rupa, Sanggar Seni Pojok dan Gedung Teater Tertutup.

“Taman Budaya dengan luas yang hampir mencapai 2 hektar sebenranya bisa lebih dioptimalkan untuk menjadi sebuah kawasan budaya tempat berbagai aktivitas, tapi harus direvitalisasi, renovasi besar,” ujar Emil.

Saat menyaksikan rancang bangun dan maket rencana pembangunan yang dibuat tahun 2010, Kang Emil menanyakan secara detail bentuk dan fungsi dari bangunan.

“Nanti akan saya pikiran dan buat konsep, mudah-mudahan secepatnya dapat kita realisasikan dan tahun 2021 mendatang dapat segera dibangun,” ujar Emil.

Terhadap kunjungan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut, Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Erick Henriana, dan Kepala Seksi Atraksi Seni Iwan Gunawan yang mendampingi, serta sejumlah staf UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, mengaku sangat lega.

“Karena dengan demikian beban kami kepada para pengguna fasilitas sedikit terbebas, tidak sedikit pengguna dari kalangan seniman budayawan dan bahkan masyarakat umum yang mempertanyakan kapan Taman Budaya Jawa Barat akan direnovasi,” ujar Erick.

Dikatakan Erick, sejak digulirkannya rencana renovasi Taman Budaya Tahun 2010, sejumlah fasilitas mulai dibongkar. Di antaranya saung-saung, gazebo, sanggar seni tempat berkumpulnya para seniman dan panggung bambu hibah dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang semula ditempatkan di lapang parkir.

“Karena kondisi teater terbuka dibeberapa bagian sudah rapuh, untuk sementara kegiatan seni dialihkan ke Rumentangsiang, Gedung Pusat Pengembangan Kebudayaan Naripan dan Museum Sri Baduga atau Rumah Angklung. Mudah-mudahan harapan para seniman dan budayawan serta masyarakat Jawa Barat memiliki pusat kegiatan kebudayaan di tahun 2021 mendatang dapat terealisasi,” ujar Erick.

Terhadap kunjungan dan rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan melakukan renovasi besar-besaran Kawasan Taman Budaya, DR. Suhendi Afryanto salah seorang Tim Ahli Taman Budaya Jawa Barat mendukung penuh rencana tersebut.

“Jawa Barat sudah sangat tertinggal jauh dengan provinsi lain dalam hal memfasilitasi kegiatan para seniman dan budayawan, jangankan dibandingkan dengan Jogyakarta atau Bali dan Jawa Timur, dibandingkan dengan Padang atau Bengkulu saja sudah jauh,” ujar Suhendi.

Dikatakan Suhendi, aktivitas seni budaya di Jawa Barat yang terkenal sangat dinamis, selama ini dipandang oleh pengambil kebijakan sebagai kegiatan pemborosan. Padahal bila diarahkan lebih baik seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah Bali, Jogyakarta atau Banyuwangi, kegiatan seni budaya sangat mendukung roda perekonimian masyarakatnya.

“Karenanya sudah sangat tepat bila Kang Emil memilih untuk merevitalisasi Taman Budaya,” tutur Suhendi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *