Revitalisasi Lembaga Vokasi Dorong Link and Match dengan Dunia Usaha dan Industri

Terasjabar.co – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5 persen selanjutnya harus diimbangi dengan reformasi struktural, pemanfaatan demografi dan teknologi, serta peningkatan daya saing ekonomi.

Indonesia juga diprediksi menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 dan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima di 2045–di mana penduduk usia produktif mencapai 41 persen.

Untuk menyongsong itu, Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus disiapkan dengan baik, termasuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berhadapan langsung dengan dunia industri.

“Jika Indonesia dan Jawa Barat ingin menjadi hebat, harus memenuhi tiga syarat yaitu pertumbuhan ekonomi dijaga pada angka minimal 5 persen, demokrasi kondusif, dan milenial atau Gen Z yang kompetitif,” kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (29/8/2019).

Hadir di acara ‘Capacity Building SMK Bisa: Link & Match dengan Industri Jawa Barat’ yang juga dihadiri para kepala sekolah dan guru, Emil –sapaan Ridwan Kamil– berujar mengembangkan dan merevitalisasi pendidikan vokasi atau SMK merupakan salah satu upaya menyiapkan SDM Jabar yang berkualitas. Hal itu juga sesuai dengan arahan presiden bahwa fokus pembangunan di 2019 adalah peningkatan kualitas SDM utamanya melalui vokasi.

Tujuan revitalisasi lembaga vokasi adalah kecocokan alias link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), misalnya dengan mendorong jurusan yang menjadi tren seperti jurusan kopi dan animasi, fokus kepada praktek, serta mendorong fleksibilitas sekolah dalam menyusun kurikulum bersama DUDI.

Terkait banyaknya jumlah pengangguran yang disumbang SMK, Emil mengatakan masalah tersebut dipengaruhi empat hal yakni laju ekonomi yang melambat, lulusan tidak punya fighting spirit, kurikulum tidak up to date, serta tidak adanya hubungan baik dengan industri.

Maka, tambah Emil, diperlukan upaya bersama untuk menghadirkan iklim investasi yang baik agar industri terus tumbuh sekaligus membangun keselarasan antara kurikulum sekolah dan industri.

Tak lupa, diperlukan juga pendidikan karakter untuk membentuk lulusan yang punya spirit berjuang sesuai cetak biru generasi unggul Jabar Masagi. “Hari ini kita ingin semangat baru, kita buktikan 2045 negara Indonesia jadi adidaya,” ujar Emil.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, ‘link and match’ SMK dan perusahaan merupakan langkah kerja kolaboratif antara pihak SMK di Jabar, Dinas Pendidikan Jabar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta pihak industri/perusahaan.

Pada tahun 2018, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar juga telah melakukan pilot project kurikulum kopi di SMK PPN Tanjungsari sebagai contoh ‘link and match’ di saat kopi Jawa Barat menjadi tren di dunia.

Capacity building yang digelar bersama PT Astra International TBK pada acara ‘Capacity Building SMK Bisa: Link & Match dengan Industri Jawa Barat’ di Gedung Sate pun menjadi implementasi dalam langkah kolaborasi dan inovasi yang diarahkan Emil.

Jawa Barat sendiri memiliki 2.950 SMK, 9,6 persen di antaranya adalah SMK negeri, dengan kurang lebih 110 kompetensi keahlian. Hal itu merupakan peluang serta potensi yang sangat strategis untuk bekerja sama dengan dunia industri.

“Sebagian besar (SMK) dikelola swasta, sekitar 735 membuka teknik kendaraan ringan otomotif, hari ini hadir 300 guru produktif berasal dari SMK negeri dan swasta di Jawa Barat,” kata Dewi.

Sementara untuk langkah revitalisasi SMK dilakukan dari aspek kelembagaan, kurikulum, dan kerjasama. Selain itu, program magang guru juga dilakukan agar terpenuhinya guru produktif yang kompeten termasuk guru tamu dari praktisi.

“Dengan begitu sekolah vokasi mampu meningkatkan SDM dan kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi. Tidak cukup memiliki ijazah, tapi kompetensi dengan sertifikat kompetensi,” ujar Dewi.

Adapun menurut Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI M. Bakrun, link and match sekolah vokasi dan industri merupakan hal yang wajib dilakukan agar lulusan bisa diserap dengan tepat oleh perusahaan.

Selain itu, kurikulum SMK juga harus dinamis menyesuaikan perkembangan teknologi industri. “Sehingga SMK bisa menghasilkan lulusan yang kompeten baik di dunia kerja maupun untuk berwirausaha,” tutup Bakrun.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam