RSJ Jabar Terpilih Jadi Green Hospital UNDP

Terasjabar.co – Sejumlah rumah sakit (RS) di Indonesia menjadi percontohan program Sustainable Health in Procurement Project (SHiPP) yang digagas oleh Health Care Without Harm (HCWH) Asia yang bermitra dengan United Nations Development Programme (UNDP).

Rencana awal implementasi program ini dimulai dengan workshop yang digelar dua hari di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, yang menjadi salah satu rumah sakit pilot project dari program SHiPP di Jawa Barat.

Direktur Utama RSJ Provinsi Jawa Barat, Elly Marliyani mengatakan, di awal mula workshop program ini dihadirkan nara sumber dari Filipina dan Amerika. Nantinya akan dijelaskan apa yang harus dilakukan rumah sakit jiwa (RSJ) dalam mencapai visi misi yang selaras dengan program SHiPP.

Hal ini diperlukan mengingat RSJ Provinsi Jawa Barat bertekad menjadi RSJ unggulan di Indonesia yang nyaman berkualitas, inovatif, dan ramah lingkungan.

“Program ini diperlukan oleh RSJ agar menjadi rumah sakit yang melayani kesehatan tapi tidak meninggalkan sisa sampah bagi kesehatan. Misalnya bagaimana mengurangi sampah sisa makanan pasien, sabun, atau infusan plastik yang oleh rumah sakit di seluruh dunia sudah dikurangi dengan bahan ramah lingkungan,” kata Elly saat ditemui di RSJ Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (23/7/2019).

Dirinya menginginkan melalui workshop yang pembicaranya dari luar ini, peserta mampu memperkenalkan proyek kerja sama, nilai kepentingan, tujuan, hasil yang diharapkan dan peluang untuk meningkatkan rantai pasokan (pengadaan) nasional dan global.

Peserta juga harus dapat memahami hubungan antara pengadaan kesehatan, kesehatan, dan dampak polutan dari sektor kesehatan terhadap lingkungan.

Ketua Health Promoting Hospitals (HPH) Indonesia, Suherman menyebutkan, SHiPP ini adalah program dunia dan diikuti oleh 39 negara di seluruh dunia. Untuk di Asia ada tiga negara yang terlibat yakni Korea Selatan, Filipina dan Indonesia.

Di Indonesia ada sebanyak 400 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah dan menjadi anggota HPH, serta memiliki perhatian terhadap upaya mewujudkan green hospital.

“Mengacu kepada standar WHO ada 10 program sasaran yang harus bersih di rumah sakit, mulai dari listrik, bangunan, makanan, bahan kimia, transportasi, hingga sampah. Nah itu harus dimulai dari pengadaan barang yang orientasinya ramah lingkungan. Sebab dari hasil survei di RS Gajah Mada dan RS Syamsudin di Sukabumi ternyata 21-78% sampah rumah sakit itu ada unsur plastik,” terangnya.

Sementara Director HCWH’s International Sustainability, Susan Wilburn menilai, proyek ini dapat mengembangkan kriteria dan standar terkait pengadaan yang dapat diadaptasi secara universal serta berkelanjutan di sektor kesehatan.

SHiPP adalah proyek empat tahun dilaksanakan oleh UNDP dengan pemerintah 10 negara yang telah diidentifikasi sebelumnya di mana terdapat rumah sakit anggota Global Green and Healthy Hospital (GGHH).

“Banyak praktisi rumah sakit di berbagai negara termasuk Indonesia yang aktif dan memiliki komitmen kuat terhadap pengurangan sampah rumah sakit. Bagaimana isu soal perubahan iklim, ketersediaan energi bagi manusia, menjadi hal penting untuk diperhatikan dan itu bisa dimulai dari me-manage dan mengolah sampah di rumah sakit menjadi ramah lingkungan,” tuturnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *