Kursi Dirut 6 Rumah Sakit Kosong, DPRD Jabar Soroti Kinerja Dinkes

Terasjabar.co – DPRD Jawa Barat menyoroti kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menyusul masih kosongnya jabatan direktur utama (Dirut) enam rumah sakit (RS).

Kekosongan jabatan dirut yang telah berlangsung cukup lama itu, dinilai mengganggu kinerja keenam RS  di bawah naungan Dinkes Jabar tersebut.

Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya menyesalkan persoalan tersebut tak kunjung terselesaikan dan berimbas pada tidak optimalnya kinerja Dinkes Jabar, terutama dalam penyerapan anggaran akibat banyaknya gagal lelang.

Keenam RS yang tak memiliki dirut, antara lain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung; RS Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB); RS Paru Sidareja, Kabupaten Cirebon; RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi; RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut; dan RS Kesehatan Kerja, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“Ini sudah sangat menggangu dan berdampak pada menurunnya kinerja dari Dinas Kesehatan dan ini sudah terjadi cukup lama,” kata Abdul Hadi di Bandung, Minggu (16/6/2019).

Menurut Abdul Hadi, per 1 Januari 2018 lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah melakukan perpanjangan masa tugas Pelaksana tugas (Plt) dirut di keenam RS tersebut. Dengan demikian, masa tugas Plt yang seharusnya maksimal satu tahun bertambah.

“Dan sekarang sudah masuk bulan Juni. sudah lebih dari setengah tahun, ternyata masih belum juga diangkat direktur utama di enam rumah sakit tadi,” ungkapnya.

Hadi menerangkan, Plt dirut secara psikologis tidak berani mengambil keputusan-keputusan strategis. Hadi mencontohkan, kondisi tersebut tampak jelas di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut, hingga menyebabkan kegagalan lelang sekitar Rp100 miliar.

“Plt tidak berani mengambil keputusan bahwa lelang yang gagal ini sebenarnya masih bisa dilakukan langkah-langkah komunikasi kepada mitra dinas yang lain. Hanya saja, karena statusnya Plt, hal itu tidak dilakukan,” jelasnya.

Kegagalan lelang tersebut akhirnya membuat anggaran sekitar 100 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk perluasan bangunan RS tersebut tidak terserap. Sehingga, masyarakat pun terancam tidak terlayani dengan baik.

“Ini salah satu akibat tidak adanya direktur definitif dari rumah sakit yang dikelola oleh Pemprov Jabar. Akhirnya, serapan dinas secara total, termasuk rumah sakit tadi dalam satu pos hanya 75 persen, sangat rendah dibandingkan dinas-dinas yang lain,” paparnya.

Selain gagal lelang dan minimnya serapan anggaran di Dinkes Jabar yang hanya 75 persen, Hadi juga menyebutkan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

“Ada perbedaan metoda perhitungan nilai pekerjaan antara yang biasa dikerjakan Dinkes Jabar dan yang dipakai BPK,” ungkapnya.

Hadi juga mengaku, sudah berkali-kali mengingatkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil kekosongan jabatan dirut di enam RS tersebut, baik secara langsung maupun melalui forum, agar persoalan tersebut bisa segera diselesaikan.

“Kami berharap agar dalam pembahasan APBD 2020 dan dalam pembahasan Raperda Penyelenggaraan Kesehatan yang akan segera dimulai bulan ini hingga Agustus nanti, posisi dirut dan jajarannya di rumah sakit milik pemprov itu terisi lengkap,” harapnya.

Hadi juga meminta, Dinkes Jabar di bawah kepemimpinan Berli Hamdani Gelung Sakti melakukan berbagai percepatan. Selain segera melantik dirut RS milik Pemprov Jabar, Dinkes Jabar juga diminta mengoptimalkan penyerapan anggaran.

Sebagai informasi, posisi Kepala Dinkes Jabar sebelumnya dijabat oleh Plt selama empat bulan lantaran minimnya kandidat dalam open bidding yang diinisiasi Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Otomatis, hal tersebut berpengaruh pada minimnya prestasi. Bahkan, penyerapan anggaran di Dinkes Jabar berada dalam zona merah alias sangat rendah.

“Dengan pimpinan baru jangan sampai gagal lelang lagi, jadi silpa lagi,” tandas Abdul Hadi.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jagar Ridwan Kamil akhirnya melantik Berli Hamdani Gelung Sakti sebagai Kepala Dinkes Jabar. Mantan Kenakan Dinkes Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu, dilantik sebagai Kepala Dinkes Jabar setelah sukses terpilih melalui proses seleksi terbuka atau lelang jabatan yang digelar Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan agar Berli mampu menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan di Jabar. Selain itu, Emil juga berpesan agar Berli mampu memimpin seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinkes Jabar dengan baik.

“ASN Dinkes Jabar harus memiliki integritas yang kuat, profesional, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegas Emil.

Bagikan :

Leave a Reply

2 komentar pada “Kursi Dirut 6 Rumah Sakit Kosong, DPRD Jabar Soroti Kinerja Dinkes”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 6 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam