Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Dini Kekeringan di Jawa Barat

Terasjabar.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung mengingatkan sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat akan berpotensi lebih dini mengalami kekeringan pada musim kemarau saat ini. Hal itu berdasarkan data bahwa pada daerah-daerah tersebut tidak mengalami hujan 31-60 hari berturut-turut.

Daerah yang berpotensi dini mengalami kekeringan yaitu di Cikancung, Kabupaten Bandung. Lemah Abang, Pebayuran, Cipamingkis, Rengasbandung, Cipayung, dan Pacing, Kabupaten Bekasi. Kemudian di Kabupaten Karawang di Pasir Ukem, Pataruman, dan Rawa Merta.

Selanjutnya Kabupaten Sumedang di Barugbug. Kabupaten Indramayu di Gantar, Indramayu, Sukadana, Bondan, Bantarhuni, Jatibarang, Cikedung, Tugu, Terisi, Ujung Garis dan Tamiang. Selanjutnya di Cirebon di Gegesik, Bunder, Luwung Kencana, Tukmudal, Setu Patok Selatan, Sindang Laut, Sedong, Wanasaba Kidul, Sindang Jawa, Cangkol, Walahar, Klangenan, Penpen, Mundu Mesigit, Pamengkang, Cibuluh, Karang Asem, Kepuh.

Di Kabupaten Majalengka, di Rentang, Banjaran, Rawa, Sunia, Leuweunggede, Talaga, Cikijing, Majalengka, Werasari, Cirenang, Maja, BPP Kertajati, Raja Galuh, Kecamatan Jatitujuh, Jatiwangi. Di Kabupaten Garut, Banyuresmi dan Cisurupan. Serta Agrabinta di Cianjur dan Tegal Buleud dan Surade di Sukabumi.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Tony Agus Wijaya menyatakan, musim kemarau sudah terjadi sejak pertengahan Mei dan akan berlangsung hingga pertengahan Oktober. Sedangkan, puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.

“Di Kota Bandung (dan Bandung Raya) dalam kondisi normal. Saat ini cuaca di dominasi cerah dan masih terdapat potensi hujan ringan di sore hari,” ujar Tony, Minggu (16/6/2019).

Saat ini, menurut Tony, curah hujan di Kota Bandung per 10 harian adalah kurang dari 50 mm. Ia mengatakan, curah hujan secara bertahap akan terus berkurang dan akan berlangsung puncak musim kemarau pada Agustus.

Pasca-periode tersebut, Tony mengungkapkan, curah hujan akan meningkat secara bertahap. Kemudian pada akhir Oktober, Kota Bandung dan wilayah Bandung Raya akan memasuki musim hujan.

Tony menambahkan, wilayah-wilayah di Jawa Barat yang berpotensi dini mengalami kekeringan dilihat berdasarkan peta monitoring hari tanpa hujan dengan daerah tidak hujan berturut-turut dari 31 sampai 60 hari. Ditambah dengan peta analisis curah hujan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + 17 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam