DPRD Kota Bandung Minta Kebijakan Grab to Work Dikaji Lebih Komprehensif

Terasjabar.co – Wakil ketua DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu menilai meski menuai polemik, khususnya di kalangan penyedia jasa angkutan umum dan transportasi online, rencana penerapan pergi ke kantor bersama bagi para aparatur sipil negara (ASN) atau Grab to Work yang digulirkan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung, patut mendapat apresiasi.

Tujuan program itu untuk mengurangi beban kemacetan yang selama ini terjadi di Kota Bandung. Namun, menurutnya terobosan dari inovasi ini perlu dikaji secara lebih jauh dan komperhensif, terutama terkait dampak secara menyeluruh, salah satunya dari efektivitas kerja dari para ASN tersebut. Terlebih setiap ASN memiliki waktu kerja dan tujuan lokasi yang berbeda-beda.

“Meskipun sekarang masih tahap uji coba dengan Grab, tapi juga perlu dipikirkan dari sekarang siapa yang akan menjadi pilihan penyedia layanan transportasi massal itu, sebelum nanti ditetapkan lebih lanjut secara masif. Intinya bagaimana Dishub dapat menyelenggarakan sebuah layanan transportasi massal yang efektif dan efisien, bukan hanya bagi ASN tapi juga bagi seluruh masyarakat umum,” ujar Haru Suandharu di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Senin (11/3/2019).

Haru mengatakan, Dinas Perhubungan seharusnya mampu untuk dapat menyediakan transportasi publik yang bersifat massal.

Atau lebih baik memanfatkan fasilitas yang sudah dimiliki pemkot seperti, LRT Metro Kapsul Bandung, membuka koridor baru Trans Metro Bandung, dan lainnya, agar tidak adanya kesenjangan sosial, antara pemodal besar atau pemodal kecil dalam bidang jasa layanan transportasi.

Disinggung terkait, adanya protes keras dari koperasi pemilik angkutan masyarakat (kopamas) terhadap pilot project kebijakan yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Bandung tersebut, Haru meminta agar masalah ini dapat diselesaikan oleh Dishub selaku pemilik kebijakan, baik secara dialog atau musyawarah bersama dengan pihak kopamas dan penyedia transportasi online yang lainnya.

“Sehingga jangan sampai kemudian pemerintah sebagai regulator menceburkan diri ke dalam konflik persaingan antara transportasi umum dengan angkutan online. Biar nanti diselesaikan secara hukum ekonomi. Jadi saya kira, ketika sudah masuk wilayah publik yang dapat memicu kontoversi, hitungannya harus lebih dalam dengan melihat berbagai aspek untuk mendapatkan solusi,” ucapnya.

Ia berharap adanya regulasi ini dapat memberikan dampak kontruktif terhadap arah penyelesaian masalah transportasi dan kemacetan yang selama ini terjadi, dan bukan hanya berupa simbolisasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memfasilitasi masyarakat ke depan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − thirteen =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization