Pemprov Jabar Setujui Penangguhan Upah 53 Perusahaan, Mayoritas Industri Garmen

Terasjabar.co – Lima puluh enam perusahaan di Jawa Barat mengajukan penangguhan upah karyawan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat. Hal itu disampaikan Plt Kepala Disnakertrans Jabar, Ferry Sofwan, di Car Free Day Dago, Minggu (3/2/2019).

“Kemudian dari 56 perusahaan yang mengajukan penangguhan upah, yang disetujui 53 perusahaan. Tiga lagi mencabut pengajuannya,” ujar Ferry Sofwan.

Pencabutan pengajuan penangguhan upah, kata Ferry Sofwan, dikarenakan ketiga perusahaan tersebut masih dianggap mampu membayar upah karyawannya.

Ferry menyontohkan, sebuah perusahaan yang memiliki 1.500 karyawan, mengajukan penangguhan upah untuk kurang dari 100 karyawannya.

Karena jumlahnya sedikit, Disnakertrans Jabar pun mempertanyakan pengajuan penangguhan upah yang dilakukan perusahaan tersebut.

“Dia jawab karena ada suatu hal. Kemudian kami tanggapi, ‘kalau begitu Anda mampu, 1.500 pekerja kurang 100, membayar 1.400 pekerja saja mampu, seharusnya Anda tidak mengajukan penangguhan’. Kemudian dia mencabut pengajuan penangguhan upah,” ujar Ferry menyontohkan.

Untuk mendapat persetujuan penangguhan upah dari Disnakertrans Jabar, perusahaan harus melalui beberapa tahap.

Setelah perusahaan mengajukan penangguhan upah, maka Disnakertrans Jabar akan memeriksa kelengkapan administrasi.

Satu di antara berkas yang harus dilengkapi perusahaan adalah dokumen hasil audit akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut sedang dalam kesulitan keuangan.

Perusahaan juga harus melewati tahap verifikasi. Dalam tahap ini, perwakilan manajemen perusahaan dan pekerja harus datang ke kantor Disnakertrans Jabar di Bandung untuk diverifikasi.

“Setelah pemeriksaan administrasi, baru diverifikasi. Kalau ada hal yang kami ragukan, kami datang ke perusahaan,” kata Ferry Sofwan.

Penangguhan upah yang dilakukan perusahaan pun beragam, tergantung kesepakatan antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja.

Contohnya, sebuah perusahaan yang biasa membayar karyawan Rp 3 juta per bulan, menyatakan ketidaksanggupan untuk membayar upah secara penuh selama enam bulan, terhitung sejak Januari sampai Juni 2019.

Perusahaan tersebut, dalam perjanjian, semisal menyebut sanggup membayar upah karyawan Rp 2,5 juta, kemudian jumlah tersebut disetujui karyawan, sehingga dari Januari sampai Juni 2019, karyawan mendapat upah sebesar Rp 2,5 juta.

“Sisanya Rp 500 ribu kapan? Mereka buat perjanjian antara manajemen dengan serikat pekerja. Semisal akan diselesaikan sampai Desember, dicicil pembayaran sejak juli, terus sampai Desember. Ada yang dirapel, antara Juli sampai Desember berapa kali,” ucap Ferry Sofwan.

Dari 53 perusahaan, sebagian besar perusahaan yang mengajukan penangguhan upah adalah industri garmen.

“Yang merasakan keberatan kebanyakan industri garmen, baik yang di Bogor, sebagian Bandung Barat, hampir 60 persen (industri garmen),” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 1 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam