Walhi Jabar dan AJI Bandung Gelar Diskusi soal Jejak Energi Kotor di Jawa Barat
Terasjabar.co – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung bersama dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat menggelar diskusi santai bertajuk ‘Jejak Energi Kotor di Jawa Barat’.
Diskusi itu membedah bagaimana produksi energi listrik di Jawa Barat yang menggunakan bahan baku dan proses yang tidak ramah lingkungan.
Satu di antara yang dibedah adalah dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Indramayu dan Cirebon.
Kedua PLTU tersebut menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap air yang akan menggerakkan turbin.
Walhi Jabar telah memantau di sekitar PLTU itu. Asap hasil pembakaran PLTU telah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Air laut pun tercemar, sehingga nelayan tidak dapat mencari ikan di perairan sekitar PLTU. Bahkan, petani garam terkena dampaknya karena bahan baku mereka telah tercemar.
Dampak operasional dua PLTU itu juga mencemari area pesawahan milik warga sehingga produktivitas sawah menurun drastis.
Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan mengatakan, energi fosil kini jumlahnya makin terbatas, yang mengakibatkan daya rusak yang besar. Sehingga, pihaknya terus mendorong penggunaan energi bersih terbarukan.
“Memperbanyak energi terbarukan antara lain tenaga angin dan matahari. Sehingga ramah lingkungan dan tidak memberikan dampak buruk terhadap hutan,” ujar Dadan, di Hay Hotel, Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019).
Dadan menuturkan, Walhi Jabar terus mengkampanyekan upaya untuk menghentikan PLTU yang beroperasi di Jabar, antara lain melalui penyampaian RPJMD kepada pengambil kebijakan.
Hal serupa disampaikan oleh, Ketua AJI Kota Bandung, Ari Syahril Ramadhan. Dia mengapresiasi kegiatan diskusi kerjasama tersebut yang bisa mempertemukan antara perwakilan media dan pegiat lingkungan hidup.
“Ini tidak menjadi diskusi pertama dan yang terakhir. Ke depan bisa kerjasama serupa,” kata Ari.






Leave a Reply