Jawa Barat Harus Siap Dengan Energi Baru Terbarukan

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat harus siap dengan energi baru terbarukan atau EBT. Jabar perlu beralih dengan tidak lagi menggunakan energi berbahan baku fosil. Hal ini diungkapkannya usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Rabu, (19/9/2018).

“Kalau nanti minyak dan gas bumi habis, tentulah kita harus sudah siap Jawa Barat dengan energi baru,” tuturnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2050 ke DPRD Jawa Barat. Rencana Umum Energi Daerah ini menyajikan berbagai data dan informasi mengenai EBT.

Melalui Raperda RUED ini, pengembangan energi daerah di Jawa Barat diarahkan pada kebijakan konservasi dan efisiensi pemanfaatan energi. Untuk itu, Pemda Provinsi Jawa Barat menginisiasi untuk membentuk kelembagaan energi di daerah dalam bentuk Forum Energi Daerah agar RUED Provinsi Jawa Barat dapat diimplementasikan.

Ridwan Kamil mengungkapkan, Jawa Barat mempunyai berbagai potensi energi yang perlu dikembangkan. Seperti energi surya dan angin.

“Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa sumber daya energi. Antara lain minyak dan gas bumi (migas), panas bumi, air, serta beberapa sumber energi lain yang masih perlu didorong yaitu energi surya, angin, dan bioenergi,” kata pria yang akrab disapa Emil itu, dalam pidatonya tentang pengajuan Raperda RUED di hadapan 64 anggota DPRD Jabar yang hadir dalam Rapat Paripurna tersebut.

Berdasarkan baseline Tahun 2015, total penyediaan energi untuk daerah Provinsi Jawa Barat sebesar 28 juta Tonne Oil Equivalence (TOE). Energi ini bersumber dari konversi energi minyak bumi 31%, batubara 24%, gas bumi 30%, dan EBT 15%.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 10 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data