Pemprov Jabar Rencanakan Relokasi Kawasan Industri

Terasjabar.co – Relokasi kawasan industri ke wilayah Pantai Timur (Pantura) Jawa Barat tengah di bahas Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, rencana itu dimaksudkan untuk mengikis ketimpangan upah pegawai di wilayah Jawa Barat.

“Pada dasarnya oleh sebuah peristiwa politik, keputusan upah ini menyebabkan kejomplangan. Karawang tinggi sekali, Pangandaran dan Banjar rendah. Tidak selalu upah tinggi ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Kamis (24/1/2019).

Emil menambahkan, relokasi kawasan industri akan diutamakan untuk sektor padat karya.

“Sehingga khususnya yang padat karya yang memang terbatas tentulah nanti kita atur tata ruangnya lagi,” ujarnya.

Dikatakan Emil, rencana relokasi kawasan industri juga akan diutamakan bagi perusahaan yang berada di sepanjang bantaran Sungai Citarum.

“Jangka panjang menyelesaikan Citarum itu adalah sudah tidak cocok lagi industri di sepanjang sungai Citarum. Kalau pindah ke daerah Majalengka maka mereka akan berkumpul di kompleks industri sehingga IPAL-nya tidak satu-satu, tapi oleh fasilitas,” paparnya.

Dirinya menilai, pergeseran kawasan industri ke Pantura turut ditunjang kehadiran Pelabuhan Pantimban dan Bandara Kertajati yang akan membantu distribusi logistik.

“Bisa saja Karawang, Bekasi oleh yang padat modal tidak ada masalah kita zonasi di situ. Sementara yang padat karya bisa geser ke daerah yang lebih memadai, antara lain di daerah yang dekat dengan bandara dan Patimban, Majalengka, Subang dan Cirebon. Tugas Gubernur memastikan ekonomi berjalan dan kondusif tanpa ada riak,” papar Emil.

Hal itu, sambung Emil, dinilai menguntungkan bagi pelaku industri untuk mengikis biaya produksi.

“Mereka harusnya senang karena waktu mau ekspor pelabuhannya dekat, bandaranya dekat, maka cost produksinya menjadi murah. Ditambah di zona itu UMK juga mungkin cocok dengan padat karya,” lanjut Emil.

Emil memperkirakan, rencana relokasi industri akan mulai dibahas tahun ini. Ia berharap, tahun 2020, rencana tersebut sudah bisa dieksekusi.

“Targetnya secepatnya saja di masa jabatan saya. Kalau disebut pindah itu lahannya harus ada, kan belum dimulai prosesnya. Kedua, mungkin tahun depan kita mulai secara teknisnya, 2019 adalah tahun menyamakan persepsi,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *