Ridwan Kamil Siap Tampung “Curhatan” ASN bila Bermasalah dengan Atasan
Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal mengeluarkan “nomor sakti” untuk para Aparat Sipil Negara (ASN) mengadu. Nomor tersebut, akan menjadi saluran khusus untuk menampung seluruh keluhan ASN, bila ada permasalahan dengan atasannya.
“Lewat nomor sakti itu, para ASN bisa menyampaikan semua keluhan dalam pekerjaannya. Ini saluran langsung ke saya,” kata Ridwan, di depan para kepala dinas dan jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon, Kamis (22/11/2018).
Ia mengimbau agar para ASN menggunakan nomor tersebut jika terjadi masalah dengan atasan.
“Langsung ke saya sebagai gubernur. Supaya saya bisa langsung menyelesaikan. Tidak berlarut-larut hingga mengganggu kinerja,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara itu Pj Bupati Cirebon, Dicky Saromi. Kegiatan ini merupakan rapat kerja pertamanya dengan para kepala dinas, setelah dilantik pada Senin 19 November 2018 lalu.
Selain nomor sakti, Ridwan Kamil juga mengemukakan banyak hal terkait program yang tengah dikembangkan di Jawa Barat. Diantaranya penekanan perubahan mental pada para ASN dan birokrat di seluruh Jawa Barat.
“Saya menerapkan profil birokrat yang dinamis, yang tahu dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Birokrat yang profesional, kreatif, berintegritas dan bermental melayani, bukan dilayani,” tutur dia.
Ia juga meminta ASN khususnya di Cirebon untuk mulai hijrah dari persoalan sebelumnya kepada semangat baru. Secara khusus Cirebon dan Bekasi, dua daerah yang kepala daerahnya tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan diasuh dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, sehingga tetap memiliki semangat untuk maju dan berkembang.
“Untuk birokat yang kreatif dan berprestasi, akan kita sekolahkan di Singapura, Korea Selatan dan Amerika. Ini agar mereka bisa belajar meningkatkan kualitas kinerjanya, harapannya setelah pulang kembali, bisa membawa perubahan positif di lingkungan kerjanya,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, dikemukakan pula rencana digitalisasi seluruh program pemerintahan di Jawa Barat. Ia mengatakan telah mempersiapkan software untuk dua puluh aplikasi digital terkait layanan, program dan kebijakan seperti e-budgeting, hibah bansos daring dan banyak lagi.






Leave a Reply