Pemprov Jabar Bantu Desain Penataan Pelabuhan Cikidang
Terasjabar.co – Pembangunan Pusat Riset Maritim atau Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (Piamari) yang di bangun di kawasan Pusat Pelabuhan Ikan (PPI) Cikidang ditargetkan rampung akhir tahun ini.
“Sea World ini akan menjadi ikon dan menambah destinasi wisata di Kab Pangandaran. Kalau melihat animasinya, Piamari ini keren dan akan menaikan kelas wisata di Pangandaran,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akhir pekan lalu.
Selain itu Ridwan Kamil juga meninjau lokasi Pusat Pelabuhan Ikan Cikidang. Untuk penataan Pelabuhan Cikidang, Ridwan menyatakan dirinya akan membantu dengan mendesainnya.
“Jadi ke depan Pelabuhan Cidang pun akan menjadi daya dukung ke lokasi Piamari,” kata Ridwan.
Bila melihat desain penataan pantai timur dan barat Pangandaran, Ridwan menjelaskan harus ada yang mesti dikoreksi. Namun secara umum, desain penataannya sudah diterima oleh dirinya.
“Seperti bangunan menara lampu mercusuar agar dibangun lebih tinggi dan lebih bagus lagi,” tuturnya.
Ia menilai, penataan pantai timur dan barat dan keberadaan ada sea world di Piamari, akan menaikan status wisata di Pangandaran di mata dunia.
Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyoroti persoalan sampah plastik yang berterabaran di sepanjang Pantai Pangandaran. Dia mengaku pada saat dirinya berenang di pantai menemukan sampah plastik dalam jumlah banyak.
“Jika sampah ini terus dibiarkan, akan menjadi petaka bagi wisata Pangandaran,” ucap Susi.
Menurutnya penanganan sampah dan penataan pantai harus sejalan. Pasalnya, bila tata kelola sampah tidak ditangani dengan serius, akan merugikan Pangandaran.
“Jadi kondisi sampah tak hanya di laut juga di pantai,” katanya.
Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) yang khusus berkaitan dengan upaya pemeliharaan dan pelestarian laut. Susi menjelaskan, sampah atau limbah plastik perlu diatur dalam peraturan daerah agar tidak dibuang sembarangan ke laut.
“Seharusnya kalau Pemkab Pangandaran mengejar soal wisata, maka harus dibuat Perda seperti itu. Kita tidak akan mati kalau tidak pakai kantong plastik atau keresek,” ujarnya.
Susi menyebutkan, Indonesia berada diurutan peringkat ke dua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China. Bila tidak dijaga, maka tahun 2030 laut Indonesia akan dipenuhi sampah plastik.
“Untuk itu, Pemkab Pangandaran harus bisa meningkatkan lagi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut,” ujarnya.





Leave a Reply