Semua Kecamatan di Kabupaten Bandung Berpotensi Bencana, Masyarakat Diminta Waspada

Terasjabar.co – Memasuki musim penghujan masyarakat Kabupaten Bandung diminta selalu meningkatkan kewaspadaan, terlebih bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung hampir semua kecamatan berpotensi bencana dengan jenis bencana yang berbeda-beda.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan Kabupaten Bandung memiliki struktur geografis yang sangat variatif.

Ada dataran tinggi yang berpotensi longsor dan banjir bandang seperti Pangalengan, Kertasari, Ciwidey, Pasirjambu, Cimenyan dan Rancabali.

Adapula kawasan cekungan yang rawan banjir seperti Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot.

“Iya semua (kecamatan) memiliki potensi bencana, tapi jenisnya berbeda-beda. Ada longsor, banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan gempa. Yang tidak ada di kita itu mungkin hanya stunami saja,” kata Sudrajat melalui telepon seluler, Senin (12/11/2018), sore.

Meski semua kecamatan memiliki potensi bencana, namun ada tingkatan bencana ringan. Adapula kecamatan yang memiliki tiga potensi bencana sekaligus.

Menurutnya beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung yang berpotensi atau rawan bencana banjir maupun banjir bandang, di antaranya Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, Bojonsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Pameungpeuk dan Banjaran.

Sementara beberapa kecamatan yang rawan terjadi bencana pergerakan tanah atau longsor di antaranya Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Soreang, Cangkuang, Banjaran, Arjasari, Pacet, Ibun, Majalaya, Paseh, Nagreg, Cicalengka, Cileunyi, Cilengkrang, Cimenyan, dan Kutawaringin.

Kemudian beberapa kecamatan yang rawan gempa tektonik di antaranya Pangalengan, Kertasari, Pasiejambu, Ibun, Arjasari, Cangkuang, Soreang, Pacet, Ciparay, Baleendah, Ciwidey, dan Kutawaringin.

Selain banjir, gempa dan longsor menurut Sudrajat Kabupaten Bandung juga memiliki kawasan yang rawan lahar gunung api, seperti Kecamatan Rancabali, Pasirjambu, Ciwidey, Pangalengan dan Kertasari.

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh pihak muspika terkait seperti perangkat kecamatan, desa, TNI, Polri kemudian ke sekolah-sekolah agar selalu meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat demi mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 6 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital