Peneliti LIPI: Potensi Likuifaksi di Cekungan Bandung Tidak Ada

Terasjabar.co – Cekungan Bandung yang meliputi Kota/Kabupaten Bandung, sebagian wilayah Cimahi dan Sumedang berpotensi mengalami gempa dengan aktifnya sesar Lembang. Namun, kecil kemungkinan terjadi likuifaksi seperti di Palu, Sulawesi Tengah.

Likuifaksi merupakan penggemburan lapisan tanah pasir akibat guncangan gempa berkekuatan lebih dari 6 skala richter (SR). Kondisi permukaan air tanah yang dangkal membuat kekuatan lapisan tanah pasir hilang seolah mencair.

Fenomena likuifaksi baru-baru ini terjadi di Palu, Sulteng. Sebuah kampung bernama Petobo seolah-olah hilang ‘ditelan’ bumi pascagempa berkekuatan 7,4 Magnitudo melanda wilayah tersebut. Rumah-rumah di daerah tersebut ambles beberapa meter ke dalam tanah.

Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Adrin Tohari mengatakan sudah melakukan penelitian di Cekungan Bandung beberapa tahun terakhir. Hasilnya wilayah di Cekungan Bandung didominasi tanah lengkung bukan tanah pasir yang mudah terjadi likuifaksi.

“Likuifaksi itu berada di tanah pasir. Kalau tanah lengkung potensinya tidak ada. Jadi kalau kita bertanya apakah wilayah kita (Cekungan Bandung) seperti Palu, saya beranggapan tidak akan terjadi,” kata Adrin dalam diskusi bertajuk ‘Gempa dan Tsunami Donggala di Sesar Aktif Palu Koro’ di LIPI, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Rabu (03/10/2018).

Alih-alih mengalami likuifaksi, kata dia, wilayah Cekungan Bandung justru berpotensi mengalami amplifikasi. Artinya getaran yang terjadi dampak gempa akan lebih besar dirasakan di permukaan karena didominasi lapisan tanah lengkung.

“Jadi kalau tanah lengkung kena guncangan dia akan memperkuat (getaran). Jadi kalau likufaski itu bangunan tidak akan rusak strukturnya tapi dia turun ambles. Tapi kalau karena guncangan (amplifikasi) struktur atau dinding bangunan akan kolaps jadi runtuh,” tuturnya.

“Kemungkinan amplifikasi bisa terjadi kalau kekuatan gempa berada di atas 5 SR,” Adrin menambahkan.

Menurut dia, untuk mengantisipasi kerusakan dampak amplifikasi, tentu struktur setiap bangunan di Cekungan Bandung harus lebih diperhatikan. Artinya perlu ada perhitungan matang saat membangun hunian.

“Itu strukturnya harus kuat, dari mulai pondasi sampai atas. Terutama tulang-tulang struktur utama. Itu untuk menjaga struktur bangunan tidak kolaps,” ujar Adrin.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 2 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital