Pemprov Jabar siapkan Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyiapkan Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan yang akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2019.

Nantinya unit ini akan ditugaskan menambal jalan-jalan berlubang di kabupaten/kota di Jawa Barat dengan teknologi khusus dan teknologi ini memungkinkan proses penambalan jalan dapat selesai dalam kisaran waktu 20 menit saja.

“Tadi dengan Dinas Bina Marga, kita akan mulai launching Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan, di level Provinsi. Kita akan pakai alat canggih bisa nambal dalam 20 menit kira-kira,” kata Gubernur Emil usai Rapat Pimpinan (Rapim) di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate Bandung, Selasa (02/10/2018).

Dia menjelaskan, bahwa inovasi yang disiapkannya adalah untuk menjawab komplain masyarakat terkait jalan- jalan bolong, yang butuh penanganan cepat untuk diperbaiki.

Ke depan, ia pun berencana akan menghibahkan alat penambal jalan tersebut ke kota/kabupaten yang membutuhkannya.

“Sehingga, kota/kabupaten bisa langsung melayani bila ada komplain masyarakat terkait jalan berlubang. Untuk detail teknis, masih kita perbincangkan. Pokoknya tiga bulan ini kita terus mengkaji. Tahun 2019 kita mulai ngabret,” ujar Emil.

Masih terkait persoalan jalan, Emil mengungkap pihaknya juga akan segera merealisasikan pemasangan roller barrier, atau pagar pembatas berbentuk tabung silinder, yang bisa berputar.

Pagar pembatas ini, diklaim lebih aman karena bisa menyerap energi benturan dan kemudian menjadi energi rotasi sehingga kendaraan bisa kembali terdorong ke jalurnya.

Hingga diharapkan pemasangan roller barrier ini, bisa mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas dan ada pun?roller barrier, akan diterapkan di jalan raya antarkota antarprovinsi yang berliku.

Kemudian, lanjut Emil, pihaknya juga tengah mengkaji penambalan jalan sampai ke desa-desa, yang mungkin bisa dilaksanakan oleh pihak swasta.

“Dalam hal ini, yang tertarik adalah PT Adhi Karya. Jadi jalan aspalnya mulus, terus kita cicil membayar ke mereka dalam sekian tahun. Ini komitmen rekayasa keuangan agar ekonomi Jawa Barat bisa jalan. Kemudian saya perintahkan membuka jalur-jalur baru lagi ke Jabar Selatan,” ujar Emil.

Tak hanya itu, Gubernur Emil juga berencana akan menyentuh jalur di Jawa Barat bagian Selatan. Ia menilai, masih diperlukan tambahan akses untuk memperlancar aksesibilitas di sana.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 2 =