Dedi Mulyadi: Hentikan Politisasi Bencana
Terasjabar.co – Ketua DPD I Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, mengimbau semua pihak untuk tidak berbicara dampak elektoral.
“Hentikan politisasi bencana. Mari bekerja bersama meringankan derita mereka. Urusan Pilpres 2019, biarkan rakyat menentukan pilihannya sendiri. Presiden Republik Indonesia 2019 sudah ada garis takdirnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Terasjabar.co, Minggu (30/9/2018).
Menurut Mantan Bupati Purwakarta tersebut, tidak etis mengaitkan bencana dengan politik, khususnya Pilpres 2019.
Saat ini, korban bencana Gempa Donggala dan Palu memerlukan perhatian dan bantuan kemanusiaan. Sehingga, semua kompononen negara harus bekerja optimal menangani bencana tersebut.
“Tidak elok rasanya di saat rakyat menderita, memerlukan bantuan dan kecepatan negara untuk mengambil tindakan, kita masih sibuk bicara dampak elektoral dari sebuah peristiwa bencana,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, semua jaringan dan fasilitas negara harus dimanfaatkan Presiden Jokowi membantu penanganan bencana.
Penggunaan kekuasaan untuk memulihkan keadaan adalah hal yang tidak bisa dihindarkan. Kalau fasilitas jabatan tidak digunakan, kata Dedi Mulyadi, derita yang lebih buruk akan diterima oleh masyarakat
“Sikap TNI, POLRI, dan BNPB yang cekatan karena kemampuan fasilitas dan jaringan yang memadai cukup memberi harapan bagi penanganan bencana di wilayah itu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Ritcher terjadi di Donggala, Palu, dan wilayah sekitarnya, pada Jumat (28/9/2018).
Gempa tersebut kemudian disusul tsunami setinggi sekira 2 meter. Sampai berita ini ditulis, tercatat 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala ditemukan tewas akibat bencana tersebut.






Leave a Reply