BNPB menyebut korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa pemukiman dan bangunan yang terdapat di pantai Donggala.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan para realawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Petugas kesehatan menangani korban yang luka-luka, dan penanganan darurat terus dilakukan.

Pasokan listrik di Donggala dan sekitarnya terputus sehingga menyebabkan jaringan komunikasi tidak dapat beroperasi.

Operator komunikasi dan Kekominfo terus berusaha melakukan memulihkan komunikasi yang terputus. Lumpuhnya komunikasi menyebabkan kesulitan koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi di Palu dan Donggala gelap gulita karena listrik padam.

Sementara itu, TNI akan mengerahkan pasukan guna membantu penanganan gempa dan tsunami. Sedangkan Basarnas akan menggerakkan 30 personil dan peralatan dengan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil beserta peralatan guna memberikan bantuan penanganan darurat.

Dikutip dari pemberitaan Kompas TV, hingga Sabtu (29/9/2018), jumlah korban jiwa mencapai 385 jiwa sedangkan 540 luka berat.