25 Juta Data Pemilih Ganda, KPU Jabar Periksa Ulang DPT

Terasjabar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan kembali memeriksa daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di seluruh kabupaten/kota di Jabar. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari dugaan adanya data pemilih yang bermasalah sebanyak 25 juta orang.

Dugaan data bermasalah tersebut terungkap dalam rekapitulasi pemilih nasional yang dilakukan KPU RI, beberapa waktu lalu. Partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah menyerahkan temuan 25 juta data ganda pada daftar pemilih sementara (DPS) ke KPU.

“Kemudian pada 14 September direkap dan ditetapkan KPU Jabar,” kata Yayat saat dihubungi, Selasa (11/9/2018). Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menuturkan pemeriksaan ulang DPT Pemilu 2019 yang tersebar di setiap kabupaten/kota di Jabar akan dilakukan pada 12 dan 13 September. Semua data akan dilihat dan diperiksa keabsahannya.

Dia mengaku, pemeriksaan yang dilakukan saat ini akan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi, saat penetapan DPT Pemilu 2019, Bawaslu Jabar tidak merekomendasikan pencermatan ulang.

“Bawaslu tidak menemukan hal-hal yang diduga ada data bermasalah,” ucap Yayat.

“Kita punya waktu dua hari untuk membersihkan data yang disinyalir bermasalah itu,” ujar Yayat. Namun begitu, untuk lebih meyakinkan, pihaknya akan melakukan validasi kembali selama dua hari mendatang.

Sementara itu, Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Bariguna menambahkan, akan menghapus data ganda bila ditemukan dalam pemeriksaan yang dilakukan. Selain itu, data yang keliru juga akan diperbaiki dalam tahapan ini.

“Intinya adalah untuk menyajikan data yang valid,” ucap Ferdhiman.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data