Punya Banyak Inovasi, Margahayu Wakili Kabupaten Bandung ke Tingkat Provinsi
Terasjabar.co – Kecamatan Margahayu mewakili Kabupaten Bandung pada penilaian sinergitas kinerja kecamatan tingkat Jawa Barat (Jabar).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira, menuturkan Kecamatan Margahayu terpilih karena memiliki banyak inovasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Di antaranya Smart Innovation Collaborative Governance (SICG), Smart Public Service (Online Difabel), Kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN), produk unggulan yang terintegrasi), MAPS (Margahayu Ayo Pilah Sampah).
Kemudian Laboratorium Pemerintahan Desa dan Kecamatan, Margahayu Fair ke-1 dan ke-2, Kampung Tematik, Rapat Minggon, Literasi Media Boneka, Advokasi Jajanan Sehat, Sekolah Sehat, dan Pasar Sehat.
“Semua inovasi tersebut mengantarkan Kecamatan Margahayu maju ke tingkat Provinsi,” ujar Sekda, Selasa (21/8/2018).
Sekda menilai dengan adanya pelimpahan sebagian urusan pemerintahan bupati kepada camat, kecamatan memiliki posisi yang strategis sebagai front line services dalam melayani publik.
“Penguatan terfokus pada empat aspek, yakni penguatan regulasi, penguatan aspek anggaran, penguatan aspek penyediaan sarana prasarana yang memadai, dan penguatan aspek sumber daya manusia,” kata Sofian.
Penilaian sinergitas sendiri menurut Sofian merupakan kegiatan untuk mengukur tingkat kreatifitas dan inovasi perangkat kecamatan, dalam upaya meningkatkan pelayanan publik di level kecamatan.
Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah II Provinsi Jabar, Toto Mohamad Toha, mengapresiasi bupati dan wali kota yang telah mengikutsertakan kecamatannya dana penilaian sinergitas kinerja.
“Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengukur serta mengevaluasi kinerja perangkat kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintah pembangunan dan kemasyarakatan di wilayahnya,” katanya.
Menurutnya yang menjadi aspek fokus penilaian adalah pelayanan publik tingkat kecamatan, koordinasi penyelenggaraan publik tingkat kecamatan.
“Selain itu, Inovasi dan upaya yang dilakukan kecamatan, kompetensi SDM dan pengelolaan anggaran kecamatan. Selain itu penguasaan materi oleh camat menjadi salah satu penilaian,” katanya.





Leave a Reply