Perjuangkan Karirnya, Enam Atlet Paralimpik Jabar Jalan Kaki ke Jakarta

Terasjabar.co – Enam atlet paralimpik Jabar peraih medali emas di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta untuk mengembalikan medali emas.

Mereka Farid Surdin, Ganjar Jatnika, Asri, Junaedi, Elda Fahmi, dan Sony Satrio, atlet Paralimpik peraih medali emas ini dimulai jalan kaki dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan sempat istrihat di kantor DPRD Kota Cimahi.

Kemudian, Minggu (5/8/2018) mereka melanjutkan perjalanan melewati Purwakarta secara riang gembira dengan bernyanyi selama berjalan kaki.

Mereka menggunakan pakaian warna putih, topi, tongkat dan tak lupa membawa medali dengan tali berwarna merah yang digantungkan di tubuhnya.

Sepanjang jalan, banyak warga yang antusias melihat mereka, seperti ada yang meminta selfie dan banyak warga yang mengabadikan aksi mereka dengan cara mengambil video.

Salah seorang atlet Judo, Junaedi (22) mengatakan, pengembalian medali itu sebagai bentuk protes terkatung-katungnya penyelesaian kasus adanya keharusan para atlet paralimpik Jabar peraih medali untuk menyetor kepada National Paralimpic Committee of Indonesia (NPCI) Pusat dan NPCI Jabar sebesar 25 persen dari penerimaan bonus para atlet.

“Harapan kami benar-benar sistemnya diubah dari NPCI dan rezim sekarang harus turun karena berkuasa sampai 20 tahun,” katanya di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Minggu (5/8/2018).

Ia mengatakan, atlet peraih medali emas itu rata-rata mendapat bonus dari Pemprov Jabar Rp 287 juta hingga Rp 581 juta dan diperkirakan dari enam atlet sebesar Rp 1.7 miliar dan jumlah itu harus setor 25 persennya ke NPCI Jabar.

“Karena enggak setor bonus medali karir kami di blacklist, malah kami tidak bisa main pada laga tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Secara pasti, karir kami dibunuh,” ujarnya.

Selain itu, kata Junaedi, saat Peparnas Pemprov Jabar menjanjikan bonus bagi para atlet disabilitas asal Jabar yang mampu memberikan medali emas, perak, dan perunggu, namun saat menerima bonus, nominal yang diterima mereka berbeda dengan apa yang dijanjikan.

“Bonus Peparnas yang dijanjikan Gubernur Jabar Pak Ahmad Heryawan saat penyelenggaraan senilai Rp 275 juta. Yang diterima Rp 230 juta. Dan dipotong NPCI langsung harus setor 25 persen sekitar Rp 55 juta,” katanya.

Nanti di Stadion GBK, kata dia, para atlet peraih medali emas itu akan berorasi memprotes tindak kesewenangan tersebut protes terhadap kematian karier mereka sebagai atlet berprestasi.

Menurutnya, NPCI dinilai merenggut harapan para atlet disabilitas untuk bisa berlaga pada ajang Asian Games 2018.

“Karena tidak mau setor, saya tidak bisa lagi ikutan kejuaraan harusnya bisa ikut Sea Games kemarin di Malaysia,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

One thought on “Perjuangkan Karirnya, Enam Atlet Paralimpik Jabar Jalan Kaki ke Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *