Ijtima’ Ulama Rekomendasikan Salim Segaf, Aher: Saya Masih Menunggu

Terasjabar.co – Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menghormati hasil ijtimak ulama yang merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri sebagai pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Tapi usulan itu, baginya belum final.

Seperti diketahui, DPP PKS tengah menyeleksi sembilan nama kader yang akan didorong maju di Pilpres 2019. Dari sembilan nama yang ada, Ahmad Heryawan menjadi calon terkuat untuk diusung maju.

Namun kondisinya saat ini sedikit berbeda setelah keluar ijtimak ulama yang merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri untuk mendamping Prabowo Subianto di Pilpres mendatang.

Kondisi ini membuat peluang pria yang akrab disapa Aher sedikit tertutup untuk bisa bertarung di Pilpres nantinya. Kondisi ini juga disadari Aher, karena dari sembilan nama kader PKS yang disiapkan mulai mengerucut ke nama Salim Segaf Al Jufri.

“Sisi persaingan (di internal PKS) sudah terlihat, yang delapan tersisih, mengarah satu ke Pak Salim Segaf Al Jufri,” kata Aher di Kampus Unpad, Kota Bandung, Selasa (31/7/2018).

Namun demikian, Aher melihat peluangnya untuk maju di Pilpres belum tertutup sepenuhnya. Pasalnya, suasana politik sat ini masih sangat dinamis dan bisa saja berubah. Para elit politik di tingkat pusat juga masih terus melakukan pembahasan mengenai sosok yang tepat untuk diusung nantinya.

“Sampai hari ini pembicaraan masih berlangsung. Kita tunggu ujungnya seperti apa, mudah-mudahan ujungnya bagus menghadirkan calon yang bisa jadi pemenang di 2019, saya dalam posisi menunggu. Meski tentu perubahan masih akan terjadi,” katanya.

Terlepas dari itu, Aher akan menghormati setiap keputusan dan mekanisme yang dijalankan partainya. Dia memilih untuk menunggu nasibnya di hari terakhir pendaftaran Pilpres pada 10 Agustus mendatang.

“Oleh partai diminta untuk maju DPR RI. Di saat yang sama ada perbincangan capres-cawapres. Saya kira mudah-mudahan tanggal 10 (hari) terahir (pendaftaran) Pilpres), saya di mana. Capres-cawapres atau DPR RI,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *