Suhu Dingin Kembali Menyelimuti Kota Bandung, Ini Penjelasan BMKG
Terasjabar.co – Selama kurang lebih dua hari terakhir ini, suhu udara di Kota Bandung kembali terasa dingin. Suhu udara semakin dingin, terutama memasuki tengah malam atau dini hari.
BMKG Bandung bahkan mencatat, pada Jumat (27/7/2018) suhu minimum di Kota Bandung berada di angka 16,3 derajat celcius.
Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin mengatakan, hal itu tidak terlepas dari kondisi cuaca di Benua Australia.
Di antara bulan Juli, Agustus, dan September, di Benua Australia sedang terjadi musim dingin.
“Di Australia bagian barat diprediksi suhu minimum hingga mencapai di bawah 10 derajat celsius. Untuk esok diprakirakan hingga mencapai delapan derajat bahkan ada yg diprediksi hingga enam derajat,” katanya melalui ponselnya, Sabtu (28/7/2018).
Muhamad Iid memprediksi, dalam satu pekan ke depan kondisi suhu udara di wilayah Bandung akan terasa dingin. Kondisi seperti itu disebutnya adalah hal yang wajar selama periode musim kemarau.
“Di mana suhu minimum di periode musim kemarau akan lebih rendah bila dibandingkan dengan periode musim hujan,” katanya.
Lebih lanjut, Muhamad Iid menjelaskan, kondisi terkini, ada gangguan regional berupa badai Jongdari di Laut Filipina sebelah selatan Jepang.
Badai itu menyebabkan kondisi angin yang melewati Jawa Barat masih relatif kencang berada pada kecepatan 36 km/jam pada ketinggian satu km di atas permukaan laut.
“Sehingga massa udara dingin kering yang merupakan karakteristik monsun Australia akan terasa di wilayah Jabar, khususnya Bandung Raya,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Muhamad Iid, dengan kondisi cuaca seperti sebaiknya tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit.
Banyak mengonsumsi buah buahan dan sayuran adalah dua di antara sejumlah cara agar tubuh tetap fit menghadapi suhu udara dingin.






Leave a Reply