“Hingga saat ini memang tengah memasuki musim kemarau, sehingga debit hujan sudah berkurang, terhitung Juli, Agustus dan September,” kata dia.

Sementara untuk luas lahan terdampak kemarau, kata dia, terjadi hampir di seluruh daerah di Jawa Barat, terutama di wilayah yang belum memiliki sistem irigasi teknis.

“Seharusnya petani yang punya lahan tanpa irigasi teknis tidak memaksakan menanam padi. Sebaiknya menanam jagung atau kedelai,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengatasi masalah lahan yang terdampak kekeringan, pihaknya telah menyiapkan pompanisasi bagi lahan yang masih punya potensi air. Sejumlah alat pompa sudah lama disebar ke dinas terkait di kabupaten/kota.

“Untuk pompa sudah siap digunakan, tinggal digerakkan petugas di lapangan dan TNI. Tapi kadang kendalanya adalah bahan bakar,” ujar Hendy.