Warga Berharap Gubernur Terpilih Ridwan Kamil Teruskan Program Makan Bersama Warga Miskin
Terasjabar.co – Sejumlah warga di Jabar berharap Jabar bisa lebih maju dan tertata di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Warga juga berharap pasangan ini mampu mengatasi masalah dasar seperti lapangan kerja, infrastruktur, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Iis Ruqayah (48), warga Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, berharap Ridwan dan Uu lebih peduli terhadap perbaikan lingkungan di kawasan selatan Jabar.
Sudah menjadi rahasia umum, ujarnya, ada segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab yang terus-menerus menebangi pohon di hutan di sana.
“Sudah ketahuan hasilnya, banjir dan longsor ada di mana-mana. Saya harap Ridwan Kamil bukan hanya membangun ini-itu di sana-sini, tapi juga bisa membuat perusak lingkungan kapok dan pemerintah memperbaiki lingkungan,” kata ibu rumah tangga ini melalui ponselnya, Kamis (19/7/2018).
Iis berharap, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Ahmad Heryawan selama 10 tahun di selatan Jabar bisa dilanjutkan.
Walaupun Pangandaran-Sukabumi telah tersambung jalan lintas, ujarnya, warga sudah bosan dengan kondisi jalan yang rusak di bagian pelosoknya.
Dian Mardiansyah (30), warga Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, berharap Ridwan dan Uu dapat membuat Bandung Raya lebih aman dari berbagai ancaman tindak kriminal, terutama di jalan raya.
“Saya harap mau di kota atau di kabupaten, orang yang melintasinya bisa merasa aman. Kalau sekarang, saya pergi dari Kota Bandung ke Ciparay, jam 23.00 suka merasa tidak aman karena dengar banyak kejadian kriminal,” kata Dian, staf marketing di salah satu perusahaan swasta.
Dian berharap pelayanan kesehatan dapat lebih baik di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Ia berharap pengguna BPJS Kesehatan dan pengguna jalur umum di klinik atau rumah sakit diperlakukan sama ramahnya dan sama mudahnya.
“Saya khawatir karena yang pakai BPJS suka harus mengantre dulu sejak subuh kalau mau berobat. Padahal kita pekerja kan bayar sendiri, bayar pakai potongan gaji. Semoga lebih bisa ramah juga orang-orangnya,” ujarnya.
Dian pun berharap makin banyak spot wisata atau fasilitas umum yang lebih instagramable di Jawa Barat sehingga warga di setiap daerah memiliki spot-spot wisata khasnya sendiri.
Leonard Hidayat (36), teknisi IT asal Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, berharap transportasi darat antara Cirebon dan Bandung dapat terkoneksi dan terintegrasi. Ia berharap Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang Dawuan) segera rampung.
“Kalau koneksi bagus, kan, bisa memajukan pariwisata. Orang Bandung tidak harus muter ke Purwakarta kalau mau ke Bandara Kertajati. Paket traveling Bandung-Cirebon bisa dibuat lebih baik,” ucapnya.
Leonard menginginkan Jabar bisa memiliki karakter khas di daerah masing-masing, seperti arsitektur Cirebon yang khas pada gapura berupa bata susun. Ia juga menginginkan lebih banyak karya arsitektur monumental di Jabar.
Mochamad Asyari (62), warga Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, berharap sosok gubernur baru mau dan mampu mendengarkan keluhan atau aspirasi warganya secara langsung, salah satunya dengan cara turun ke masyarakat paling bawah.
“Selama ini masyarakat mengenal sosok gubernur itu hanya dari pemberitaan di media massa, jarang sekali bisa bertatap muka langsung. Padahal banyak aspirasi warga yang ingin disampaikan, baik sifatnya keluhan maupun solusi terkait masalah di lingkungannya,” ujarnya.
Ia berharap Emil tetap melaksanakan program makan malam bersama keluarga prasejahtera seperti yang dilakukannya saat menjadi wali kota Bandung.
“Dengan tetap berjalannya program makan malam itu, gubernur dapat mendengar dan merasakan langsung bagaimana kondisi masyarakatnya, terutama masyarakat di kalangan ekonomi lemah,” ucapnya.
Simon Yudistra Sanjaya (54), warga Kompleks Rajawali Plaza, Kota Bandung, berharap pariwisata Jabar menjadi salah satu perhatian Emil.
Harapan juga datang dari Ayi Vivananda, mantan wakil wali kota Bandung. Ia berharap program Kang Emil yang komprehensif, terutama penguatan ekonomi berbasis perdesaan, dapat menekan arus urbanisasi.
“Saya berharap Kang Emil juga bisa mempercepat program Citarum Harum dan menjadikan sungai sebagai kawasan wisata dan ruang publik yang bebas dari pencemaran,” ujarnya.






Leave a Reply