Orangtua Calon Peserta Didik Baru Curhat ke DPRD Jabar Terkait PPDB 2018

Terasjabar.co– Puluhan orangtua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri baik tingkat SLTP mapun SLTA yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jabar mendatangi Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua Komisi V, Yumanius Untung diruang sidang Komisi V, Senin (9/7/2018).

Menurut koordinator FMPP, Hendrawan, kedatangan kami ke DPRD Jabar ini untuk menyampaikan aspirasi para orangtua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri baik tingkat SLTP dan SLTA. Tidak diterimanya anak mereka dengan alasan yang tidak jelas dan aturan yang diterapkan dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2018, yang dinilai merugikan masyarakat.

Dikatakan, sebelum kami menyampaikan aspirasi ke DPRD Jabar ini, pada Kamis (5/7/2018) lalu, kami melakukan aksi demo damai ke Dinas Pendidikan Jabar dan akhirnya kami diterima oleh Kepala KCD Pendidikan Wilayah VII (kota Bandung-Cimahi) pak Husein R Hasan.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa, setiap orangtua siswa yang anaknya tidak diterima melalur KETM (Keterangan Ekonomi Tidak Mampu) dan Zonase (Jarak dari Rumah ke Sekolah) diminta untuk mengisi Form dengan menuliskan permasalahan yang dialami dengan melampirkan berkas pendaftaran.

Selain itu juga disepakati bahwa pihak Disdik Jabar akan mengeluarkan rekomendasi untuk skolah swasta, agar anak yang menggunakan jalur KETM tidak dikenakan biaya pendidikan.

Namun, apa yang terjadi, ketika puluhan orangtua siswa akan menyerahkan Form dan Berkas Pendafataran ke kantor Disdik Jabar melalui KCD Pendidikan Wilayah VII, pihak KCD tidak mau menerima dengan alasan tidak jelas. Sikap pihak Disdik Jabar ini tentunya membuat kecewa para orangtua siswa, jelasnya.

Kami dari FMPP Jabar bersama orangtua siswa akhirnya melakukan aksi kembali ke Gedung Sate dan ke Gedung DPRD Jabar. Kami meminta pihak DPRD Jabar melalui Komisi V untuk dapat memperjuangkan nasib anak-anak kami, agar tetap bersekolah.

“Kami paham, bahwa koata sekolah negeri terbatas, namun, kalaupun akhirnya anak- anak bersekolah di swasta, kami minta anak-anak yang menggunakan jalur KETM tidak dibebani dengan biaya pendidikan”, pinta Hendrawan.

Ditambahkan Ila Setiawati (FMPP Kota Bandung) bahwa sistem zonasi yang diterapkan dalam PPDB 2018 saat ini dinilai tidak efektif. Kerena masih ada yang tidak diterima walaupun masuk kriteria. Selain itu, waktu pendafataran jalur Zonase dengan NHUN bersamaan, sehingga, sangat merugikan orangtua siswa.

Sementara itu, menanggapi aspirasi masyarakat yang tergabung dalam FMPP Jabar, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yumanius Untung mengatakan, selama pendaftaran PPDB 2018, baru kali ini ada aspirasi disampaikan kepada dewan. Untuk itu, kami berterima kasih dan mengapreasiasi atas aspirasi yang telah disampaikan.

Aspirasi ini akan kita tindak lanjuti dalam rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Jabar secepatnya.

“Dalam minggu ini kita akan rapat kerja dengan Disdik Jabar”, ujar untung.

Dalam rapat kerja nanti selain membahas soal beberapa program kerja Disdik Jabar, tentunya akan kita bahas juga tentang pelaksanaan PPDB 2018, tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 15 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam