Ridwan Kamil: Warga Jabar Harus Punya Identitas Melalui Gerakan Budaya

Terasjabar.co – Persoalan kebudayaan, sarana dan prasarana pengembangan budaya Karawang mengemuka dalam acara konsolidasi DPC Hanura Karawang di sebuah restoran di Karawang, Minggu (13/5/2018) kemaren.

Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Hardiansyah mengungkapkan bahwa Karawang memiliki  Kampung Budaya, tapi tidak termanfaatkan dengan baik. Karenanya dia ingin provinsi berkontribusi jelas untuk budaya. Misalnya membangun museum kebudayaan di Karawang.

Terkait hal itu, calon gubernur Jawa Barat nomor urut 1,  Ridwan Kamil menyatakan siap membangun infrastruktur kesenian dan kebudayaan di Karawang. Untuk memelihara kebudayaan bisa dilakukan dengan menggelar   festival budaya. Untuk infrastrukturnya dibuat padepokan seni dan budaya.

“Saya akan bantu fasilitasi dan buat festival itu  menjadi daya tarik wisatawan dan terkenal,” kata  Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Kang Emil pun siap merenovasi situs sejarah  di Karawang seperti Tugu Proklamasi di Rengasdengklok.

“Saya sebagai pecinta sejarah, tanpa diminta pun Insha Allah akan membawa perubahan (untuk tugu Proklamasi). Lima tahun jadi wali kota, saya satu-satunya yang merenovasi penjara Bung Karno di Banceuy. Sekarang tempat itu menjadi sangat istimewa,” tuturnya.

Menurut dia, kehadiran fasilitas seni, budaya, dan situs sejarah merupakan hal penting untuk menegaskan identitas Karawang.

“Warga Karawang tidak boleh kehilangan identitasnya di mata dunia,” timpalnya.

Menjawab masalah pendidikan budaya, Kang Emil akan membangunnya melalui berbagai gerakan budaya  di masyarakat. Contohnya, di Bandung, dia bangun gerakan Rebo Nyunda, dimana pada hari itu, anak sekolah dan pegawai wajib mengenakan pakaian daerah dan yang prianya mengenakan iket dan pakaian pangsi, pakaian khas masyarakat Sunda.

“Budaya adalah soal cara pandang. Pendidikan budaya bisa juga dibuat gerakan. Ketika pemimpinnya mengajak gerakan budaya, dan itu dianggap baik, maka semua lapisan masyarakat akab mendukungnya,” ucap Kang Emil.

Kang Emil juga akan memgajak  hotel-hotel di Jawa Barat untuk memfasilitasi para seniman pentas di hotel.

“Saya bisa buat kebijakan agat hotel di Jabar wajib memberikan ruang bagi seniman supaya seniman punya income,” tandas Kang Emil.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + eight =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data