Rawan Bencara, Sudah Saatnya Kota Bandung Punya BPBD

Terasjabar.co – Terjadi bencana banjir di sejumlah daerah di Kota Bandung mencerminkan Kota Bandung rawan bencana. Oleh karena itu sudah seharusnya Kota Bandung membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) belum mau membentuk BPBD karena beranggapan bahwa Bandung tidak rawan bencana. Padahal, selain banjir yang kerap terjadi, Bandung dinilai rawan dari ancaman gempa.

Sutopo menuturkan, selama ini penanganan bencana di Kota Bandung hanya diserahkan kepada dinas teknis yang menangani saat darurat tanpa memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi serta memberi komando. Padahal, meski BPBD tidak sendiri dalam menangani bencana tapi BPBD memiliki kewenangan untuk berkoordinasi dan memberi komando dalam pelaksanaannya.

“Ini yang harus dibenahi segera. Koordinasi pra bencana seperti mitigasi, pengurangan risiko bencana, pendidikan, sosialisasi, perencanaan penting dilakukan,” kata Sutopo (22/4/2018).

Dijelaskan Sutopo, meski banjir yang menimpa kawasan Jalan Pasteur pada Sabtu (21/4/2018) bukan kali pertama terjadi tapi frekuensi serta intensitasnya cenderung mengalami peningkatan jika hujan deras mengguyur Kota Bandung. Padahal, Kota Bandung yang berada di dataran tinggi seharusnya tidak mudah dilanda banjir.

Dirinya menilai, dampak penggunaan lahan yang semakin masif dilakukan dan mengabaikan kondisi lingkungan serta konservasi tanah maupun air diduga jadi penyebab Bandung menjadi kota yang saat ini rawan banjir. Terlebih, kapasitas sungai dan kurangnya drainase yang ada di Kota Bandung dinilai sudah tidak mampu lagi menampung aliran air sungai permukaan.

Namun begitu, penanganan banjir yang terjadi saat hujan lebat mengguyur Kota Bandung juga tidak bisa jika hanya mengandalkan perbaikan saluran drainase. Sebab, ada beberapa faktor yang harus dilakukan perbaikan secara komprehensif. Selama ini, dirinya menilai Pemkot Bandung hanya menganggap banjir sebagai peristiwa sesaat yang penanganannya bersifat simtomatis dan tidak menyeluruh.

“Akibatnya, setiap terjadi banjir kita sulit memperoleh data sebaran dan dampak banjir,” kata dia.

Menurutnya, harus ada peraturan yang membatasi agar pihak-pihak tertentu tidak dengan mudah membangunan bangunan khususnya di wilayah hulu. Untuk itu, kawasan konservasi dan resapan air harus dipertahankan serta harus ada interaksi dan perhatian khusus mulai dari hulu, tengah hingga hilir daerah aliran sungai.

“Selama pembangunan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dengan mengabaikan lingkungan maka yang terjadi adalah bencana meningkat,” kata dia.

Dikatakan Sutopo, Kota Bandung memiliki banyak ahli planologi dan lingkungan yang mampu memberi solusi dalam penanganan bencana yang terjadi. Seharusnya, Pemkot Bandung mengajak para ahli tersebut dalam melakukan pemeriksaan sebagai antisipasi. Sebab, Kota Bandung akan terus berkutat dengan permasalahan banjir jika hal tersebut tidak dilakukan.

“Pemkot Bandung harus jeli mumpung belum terlanjur parah seperti Jakarta, kawasan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung dan lainnya,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam