Pengamat Sebut Hasil Survei Bisa Berbalik 180 Derajat Saat Pemungutan Suara

Terasjabar.co – Hasil survei sejumlah lembaga survei selama ini bisa dijadikan rujukan atau bahan evaluasi tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Pilgub Jabar. Namun, hasil survei tersebut belum bisa secara pasti menentukan hasil akhir perolehan suara Pilgub Jabar 2018.

Hal tersebut diungkapkan ahli ilmu politik dan pemerintahan yang juga Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf.

Ia mengatakan hasil pemungutan suara bisa saja berbeda 180 derajat dibandingkan hasil survei yang selama ini dilakukan sejumlah lembaga.

“Ada beberapa kelompok atau daerah masyarakat yang jumlahnya sangat besar tetapi tidak terjangkau survei. Jabar itu sangat luas dan banyak kelompoknya. Apakah hasil survei bisa mencerminkan hasil pada hari pencoblosan, belum pasti,” kata Asep Warlan Yusuf di Kota Bandung, Rabu (30/5/2018).

Asep Warlan Yusuf menilai tidak semua warga Jabar menerima berbagai informasi mengenai Pilgub Jabar 2018. Bahkan, jika berkaca pada berbagai pemilihan sebelumnya, angka partisipasi masyarakat tidak jauh dari angka 65 persen sampai 70 persen.

Swing voters, undecided voters, orang yang belum menentukan pilihan, orang yang masih bimbang bahkan belum tahu tentang para kandidat Pilgub Jabar 2018, masih sekitar 30 persen. Merekalah yang akan berandil besar dalam kemenangan pasangan calon,” katanya.

Kelompok masyarakat yang belum menentukan pilihannya ini, katanya, akan menentukan pilihannya pada hari-hari terakhir atau masa tenang menjelang pemungutan suara pada 27 Juni 2018. Inilah yang harus diperhatikan setiap pasangan calon.

Berbagai survei yang dirilis, katanya, harus menjadi evaluasi setiap tim pemenangan dalam melakukan proses kampanye. Contohnya pada survei yang dilakukan Litbang Kompas beberapa waktu lalu.

Dari rilis tersebut, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mendapat raihan elektabilitas mencapai 40,4 persen, unggul di atas pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang dipilih 39,1 persen responden.

Dua pasangan lain yaitu Sudrajat dan Ahmad Syaikhu mendapatkan elektabilitas 11,4 persen di posisi tiga sedangkan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan berada di posisi empat dengan elektabilitas 4,1 persen.

Hasil ini berbeda dengan hasil survei Litbang Kompas yang dipublikasikan pada Februari 2018 di mana Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di posisi pertama yakni elektabilitas 42,8 persen sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul 39,9 persen.

Dua pasangan lainnya pun mengalami kenaikan elektabilitas yang tinggi dibandingkan survei sebelumnya.

“Tim pemenangan harus mengevaluasi, sudah benarkah metode kampanye selama ini, atau belum tepat. Masih ada sebulan lagi sebelum pemungutan suara dan bisa jadi yang terpilih nanti adalah yang bisa memanfaatkan waktu di tiga hari terakhir,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *