Polemik “Pose Tiga Jari” PNS Disdik Jabar, Aher: Silakan Laporkan

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan merespons terkait adanya aduan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga tidak netral berkaitan Pilgub Jabar 2018. Aher meminta pihak berwenang untuk klarifikasi terlapor yaitu sejumlah PNS di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat yang dituding ‘pose tiga jari’ tanda mendukung pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

“Laporkan silakan dan Bawaslu Jabar panggil saja (terlapor) untuk dimintai klarifikasi,” kata Aher saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

Menurut Aher, klarifikasi bagian penting dilakukan lantaran pose tiga jari tersebut memiliki makna luas. Apalagi, sambung dia, ada beberapa makna pose tiga dalam dunia pendidikan.

“Saya kira tinggal dipanggil, itu simbol apa. Itu bisa simbol tiga, three end dan salam genre, bisa macam-macam maksudnya apa,” ujar Aher.

Ia menuturkan simbol jari tidak bisa begitu saja dikatakan mendukung pasangan nomor urut tiga. Terkecuali, adanya ucapan atau ajakan untuk memilih pasangan nomor tiga yakni Sudrajat-Syaikhu.

“Kan simbol tidak bisa bicara, kecuali ngomong pilih nomor 3. Kalau saya orang PKS pakai simbol tiga itu jelas Asyik gitu,” ucap Aher sambil memperagakan pose tiga jari.

Dia menegaskan berulang kali sudah mengingatkan PNS di lingkungan Pemprov Jabar untuk mempertahankan netralitas di tahun politik ini. Bila ada yang berpihak, sambung dia, silahkan proses sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Sejumlah PNS Disdik Jabar “Pose Tiga Jari” Begini Tanggapan Kadisdik

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *