Pengidap HIV AIDS, LGBT hingga Kaum Disabilitas di Jawa Barat Ikuti Seleksi League of Change

Terasjabar.co – Puluhan warga dengan kategori miskin kota, pengguna narkoba, pengidap HIV AIDS, LGBT, anak jalanan, hingga disabilitas dari beberapa kota/kabupaen di Jawa Barat, saling bersaing unjuk kemampuan bermain sepak bola, dalam proses seleksi pemain League of Change (LoC) di Lapangan Bawet Futsal, Jalan Kebon Bibit, Tamansari, Bandung, Minggu (1/4/2018).

Para pemain seleksi tersebut, nantinya akan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam ajang yang sama tingkat nasional yang akan berlangsung di Lombok, tanggal 23-26 April mendatang.

Manajer LoC Jawa Barat, Sarah, mengatakan kegiatan LoC ini merupakan ajang rutin tahunan sejak tahun 2013, yang diselenggarakan oleh organisasi Rumah Cemara Indonesia, sebagai kampanye sosial Indonesia Tanpa Stigma melalui sepak bola.

Sarah menuturkan, alasannya memilih sepak bola sebagai bagian dari kampanye tersebut, karena menurutnya sepak bola merupakan bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapapun tanpa memandang latar belakang maupun golongan apapun.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka tidak lagi dipandang sebagai kaum marjinal (terpinggirkan) baik dalam pergaulannya, maupun di lingkup kehidupan sosial bermasyarakat. Karenanya mereka juga dapat melakukan hal positif bahkan berprestasi mewakili masyarakat lainnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi seleksi.

Disinggung mengenai tahapan seleksi, Sarah menuturkan, proses seleksi berjalan selama dua hari, Mulai Sabtu (31/3/2018), hingga Minggu (1/4/2018).

Selain meliputi tahap assesmen dan wawancara, pihaknya juga melakukan penjaringan secara skill permainan terhadap 25 orang pemain dari 52 orang yang mendaftar, untuk dikerucutkan menjadi delapan orang sebagai sebuah tim sepak bola LoC Jawa Barat.

“Aturan LoC tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu pemain putra dan putri di mix (gabung) dalam sebuah tim dengan usia semua diatas 17 tahun,” ucapnya.

Sarah menambahkan, selain tiga tahapan seleksi tersebut, pihaknya pun akan melakukan pemantauan langsung kepada para pemain, baik secara door to door ke daerah tempat tinggalnya, maupun melalui media sosial. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui fakta identitas dan kehidupan dari para pemain.

“Karena aturan terhadap pemain sangat ketat, maka kami ingin benar-benar mempersiapkannya mulai dari tahapan awal, sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam pelaksanaannya nanti. Karena selain akan merugikan pemain yang bersangkutan, tetapi juga akan merugikan seluruh unsur di tim yang dibelanya,” ucap dia.

Ia pun berharap, pada saatnya nanti tim LoC Jawa Barat dapat berhasil meraih hasil maksimal guna menggenapkan predikat juara back to back di tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan kami bisa kembali juara seperti tahun sebelumnya. Oleh karena itu setiap persiapan harus bisa di maksimalkan dan di lakukan secara serius,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *