Audiensi Disabilitas Bergerak Dengan DPRD Jabar

Terasjabar.co – Berangkat dari kondisi dan keadaan penyandang disabilitas di Jawa Barat yang masih jauh dari kata ideal, Disabilitas Bergerak Jawa Barat mendatangi Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas khususnya di Jawa Barat.

“Kita ingin mendorong pemerintah dalam hal ini eksekutif, legislative dan stakeholder lainnya supaya bisa diundang dan duduk bersama ini adalah untuk menyamakan persepsi” ucap Koordinator Disbilitas Bergerak Jawa Barat Irpan Rustandi, kemarin.

Dengan hadirnya undang-undang baru tentang disabilitas nomor 28 tahun 2013 tentang pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas, Irpan berharap penyelesaian permasalahan terkait pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas bisa teratasi.

“Terutama pemenuhan terkait hak-hak dasarnya seperti pendidikan, hak hidup dan sebagainya. Sehingga penyandang disabilitas ini bisa hidup mandiri. Kita ingin mengahapus orientasi Charity Minded, jadi tidak lagi bahwa penyandang disabilitas dikasihani tapi lebih pada dipenuhi hak-haknya” katanya.

Irpan mengatakan saat ini banyak peluang kerja untuk para penyandang disabilitas, namun peluang tersebut belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Dunia industry sudah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja.Tapi pada kenyataannya tidak terpenuhi karena pendidikan mereka itu belum bisa memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh industri” ujarnya.

“Sehingga pemerintah dan dinas terkait harusnya lebih memperhatikan bagaimana membangun  kualitas sumber daya bagi para penyandang disabilitas, sehingga muncul value dan pada akhirnya mungkin pekerjaan yang mencari mereka” katanya.

Menurut Irpan dari 153.000 penyandang disabilitas di Provinsi Jawa Barat termasuk dalam kondisi yang memprihatinkan, belum lagi jika dilihat dari sudut pandang pendidikan. Rata-rata latar belakang pendidikan penyandang disabilitas rata-rata SMP – SD.

“Sementara tantangan ketika didunia kerja sudah membuka diri mempersyaratkan D3 atau S1 sehingga mereka tidak bisa berkompetisi. Selain itu karena faktor tingkat pendidikan membuat paradigma berpikir juga berbeda, mereka lebih cenderung menunggu bantuan daripada meningkatkan kemampuan dan kapasitas dirinya sendiri untuk bias meningkatkan taraf hidupnya” ucapnya.

Lebih lanjut Irpan berharap, setelah melakukan pertemuan dengan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat akan melahirkan sebuah langkah konkret terkait realisasi pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas. Selain itu dirinya menginginkan di Jawa Barat dapat dibentuk Komisi Disabilitas yang bertugas untuk mengawal setiap langkah dan kebijakan bagi para penyandang disabilitas di daerah.

“Seperti di Jawa Barat ada Perda No 3 Tahun 2012 tentang disabilitas. Implementasinya tidak bisa kita ukur karena tidak ada lembaga yang mengawasi maupun dinas terkait belum optimal. Untuk sektor ketenagakerjaan pun saya belum tau perusahan-perusahaan yang menyerap disabilitas” jelasnya.

Seperti yang tertera di undang-undang dan Perda bahwa dua persen dari jumlah pekerja di sebuah perusahaan harus menyerap dari penyandang disabilitas ketika jumlah pekerja sudah 100 pekerja.

“Ketika kita mengacu pada undang-undang no 8 tahun 2016, bahwa dua persen pekerja di lingkungan pegawai negeri harus berasal dari penyandang disabilitas. Saya belum tahu implementasinya sudah dilaksanakan oleh Pemerintah” ucapnya

“Pemerintah juga belum fair ternyata melaksanakan undang-undang tersebut” katanya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Disabilitas Bergerak Jawa Barat, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Habib Syarief Muhammad mengatakan bahwa hingga sampai saat ini DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan upaya untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Jawa Barat. Ia pun merasa prihatin ketika mengetahui bahwa kondisi penyandang disabilitas saat ini masih memprihatinkan.

“Ini cukup membuat kami prihatin dan terharu karena untuk Provinsi Jawa Barat kedepan perlu betul-betul memberikan perhatian yang khusus kepada kaum disabilitas, kita malu dengan provinsi-provinsi yang lain yang sudah memberikan perhatian yang serius terhadap permasalahan ini” kata Habib.

Habib menilai bahwa permasalahan terkait pemenuhan hak para penyandang disabilitas di Jawa Barat kini harus menjadi salah satu perhatian yang serius bagi pemerintah. Dengan kondisi permasalahan yang kompleks Habib menginginkan penanganan permasalahan ini harus dikaji secara komprehensif, sehingga menepis anggapan bahwa Provinsi Jawa Barat belum ramah untuk penyandang disabilitas.

“Karena ini masalahnya betul-betul kompleks mereka perlu perhatian secara komprehensif dari mulai penyediaan bangunan, fasilitas kesehatan dan sebagainya. Seperti bangunan-bangunan di Jawa Barat belum ramah dengan kelompok disabilitas. Sepert di jalan, pusat perbelanjaan, dan masih banyak lagi yang belum bisa menyediakan fasilitas bagi kelompok disabilitas ini” jelasnya.

Selain itu, ia menyayangkan terkait masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat terkait perhatian kepada penyandang disabilitas.

“Ada satu budaya di masyarakat Jawa Barat ketika ada satu keluarga memiliki anggota keluarga yang masih menyembunyikan keluarganya yang disabilitas.Tentunya ini adalah ranah yang harus kami cairkan kedepan, sehingga secara bertahap Provinsi Jawa Barat bisa memberikan sebuah perhatian yang benar-benar layak” ungkap Habib.

Lebih lanjut Habib mengapresiasi usulan terkait rencana pembentukan Komisi Disabilitas di Jawa Barat. Ia pun mendukung rencana tersebut.

“Mereka mengusulkan untuk dibentuknya Komisi Disabilitas di Jawa Barat. Saya belum mendengar langsung apakah di pusat sudah ada komisi seperti ini, tentunya ini adalah sesuatu yang sangat menarik” ujarnya.

Adapun catatan lain yang menjadi perhatian khusus bagi Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, yaitu terkait implementasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas yang masih belum berjalan dengan baik.

“Seperti contoh satu persen sampai dua persen pekerja disebuah perusahaan harus berasal dari kelompok disabilitas masih belum berjalan. Ini akan menjadi senjata bagi kami bagaimana kita akan melakukan semacam stressing kepada Dinas Tenaga Kerja agar bagaimana perda ini dapat berjalan dengan baik” katanya

Untuk langkah selanjutnya Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat akan membahas lebih lanjut terkait permasalahan ini dalam rapat kerja bersama dinas terkait.

“Kita akan bahas ini di rapat internal komisi, setelah itu kita adakan rapat kerja dengan dinas terkait” pungkas Habib. (*)

Humas DPRD Jabar

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam