Kabupaten Bandung Tuan Rumah West Java Eco Marathon

Terasjabar.co – Sekitar 1.500 peserta akan mengikuti event West Java Eco Marathon di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka di antaranya para atlet lari dunia. Untuk meyambut peserta maraton, aneka atraksi seni telah dipersiapkan di beberapa titik rute.

West Java Eco Marathon berlangsung 15 Oktober 2017 mendatang. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Bandung Ahmad Djohara mengatakan sejumlah desa di Kecamatan Pangalengan bakal dilintasi ribuan pelari.

“Titik kumpul Lapang Babakan Tanara, Desa Banjarsari. Start dan finish di Desa Banjarsari,” ucap Adjo, sapaan Ahmad, di kantor Pemkab Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/9/2017).

Dia menjelaskan para peserta terdiri pelari dari dalam dan luar negeri. “Ada pelari umum dan atlet. Ada yang dari luar negeri seperti di Amerika, Cina, Jepang, Korea, dan lainnya, tapi dominasi pelari lokal di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Adjo menambahkan, keunikan West Java Eco Marathon ini dapat diselenggarakan di wilayah pegunungan. Selain itu, sambung Adjo, trek Pangalengan masuk ke dalam destinasi terbaik ke-6 di dunia.

Kabid Promosi Parawisata Kabupaten Bandung Vena Andiawan menyebutkan kegiatan ini dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Bandung. “West Java Eco Maraton akan ada beberapa suguhan. Selain keindahan alam, nanti akan ada aksi pungut sampah sepanjang lintasan yang dilalui pelari,” ujar Vena di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung.

Penyelenggaraan lari cepat yang baru pertama kali diselenggarakan di Jabar itu dibagi menjadi empat etape yaitu 5 km, 10 km, 21 km dan 42 km. “West Java Eco Marathon di Pangalengan memberikan berbagai spot untuk para pelari, ada gunung, bukit dan sungai. Satu spot yang bisa menyuguhkan beberapa keindahan alam,” ujarnya.

Selain panorama alam Pangalengan, setiap dua kilometer rute akan ada penampilan atraksi seni yang berdekatan dengan area tempat minum pelari. Atraksi seni tersebut meliputi pertunjukan pencak silat, jaipongan, angklung, calung, bobodoran dan lainnya.

“Pertunjukan atraksi seni tersebut akan diselenggarakan di sembilan desa yang dilalui para pelari. Semuanya menampilkan atraksi seni, ketika mereka berhenti untuk minum dan makan potongan buah ada disuguhkan atraksi seni,” tutur Vena.

Selain diramaikan atlet lari Nasional, West Java Eco Maraton diikuti oleh atlet lari dunia yang ikut etape 42 kilometer atau professional runner. “Pelari dunia yang pernah menjuarai even marathon Internasional salah satunya dari Afrika ada dari Kenya dan Zimbabwe. Ada 114 professional runner,” ujar Vena. (ros)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *