Upayakan Kesehatan Jiwa di Jabar, Rustandi: Karena Kondisinya Memprihatinkan

Terasjabar.co – Dikutip dari halaman resmi DPRD Provinsi Jawa Barat, DPRD Jabar rencananya akan mengusulkan inisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa penyelenggara Upaya Kesehatan Jiwa di Jawa Barat, hal ini dikarenakan banyaknya kondisi kesehatan orang yang mengalami Gangguan jiwa di Jawa Barat yang banyak belum tertangani.

Anggota Badan Pembendukan (BP) Perda Rustandi mengatakan, Raperda ini akan dibentuk berdasakan kondisi kesehatan Jiwa di tengah masyarakat yang cukup memprihatinkan.

Dirinya mengakui, Fasiltas kesehatan Jiwa di Jabar sangat kurang seperti keberadaan rumah sakit jiwa yang hanya ada di Bandung ditambah fasiltas yang kurang lengkap.Bahkan, sumber daya manusia seperti dokter jiwa masih sangat minim.

“Psikiater, perawat dan fasilitas perawatan masih sangat terbatas ini yang menjadi keprihatinan kita,” jelas Rustandi  usai sidang Paripurna kemarin (6/9).

Berdasarkan aspirasi dari daerah yang masuk lanjut dia, banyak masyarakat yang kena gangguan Jiwa tapi tidak tertangani dengan baik. Sebab, banyak masyarakat beranggapan bahwa penyakit kejiwaan bisa di obati dengan cara-cara tradisional.

Berangkat dari itu semua BP Perda mencoba merumuskan untuk membuat perda mengenai kesehatan Jiwa dengan mengatur orang yang mengalami gangguan jiwa.

Hal ini dilakukan sebagai upaya perluasan pelayanan kesehatan Jiwa dengan memberikan masukan dan usulan agar Pemprov Jabar bekerjasama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang khusus mnengani kejiwaan. Terlebih di Jabar banyak pesantren-pesantren yang mampu menengani itu.

“Itu pesantren banyak yang menangani orang yang mengalami gangguan jiwa tapi tidak ada pembinaan dari pemerintah,”kata.

Rustandi memaparkan, kedepan Pemprov Jabar diharapkan dapat memiliki perannya untuk turut ambil bagian dalam melakukan pembinaan kelembaga pesantren tersebut. Bahkan, dengan dibentuknya Raperda ini, hak masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dapat terpenuhi.

“Jadi  di Kabupaten/Kota di Jabar jangan ada lagi orang yang mengalami gangguan jiwa keluyuran di jalan,”ujar dia.

Rustandi yang berasal dari Fraksi Partai Nasdem ini berpendapat, dibeberapa daerah terpencil masih ada anggapan bahwa penyakit gangguan jiwa tidak boleh bermasyarakat karena sangat membahayakan. Sehingga, tidak sedikit manyarakat mengucilkan dengan cara dipasung.

Dirinya menambahkan Raperda ini nantinya akan dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan mekanisme yang sudah di atur oleh dewan. Namun, yang terpentin bila perda ini sudah disahkan harus disertai implementasi dilapangan.

“Itu banyak terjadi diberbagai daerah di Jabar dan lebih parahnya lagi tindakan ini dianggap biasa oleh masyarakat,”pungkas Rustandi yang juga sebagai anggota komisi V DPRD Jabar ini. (J,Lc/JBR)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *