Ternyata Ini Maksud Adanya Ojek Online di Indonesia

Terasjabar.co – Para penggiat UKM sejak 2 tahun lalu berpikir, salah satu ojek online Gojek mau ngapain? Investornya mau ke mana hanya buang-buang rupiah sampai ratusan milyar rupiah?

Operasional jalan sudah hampir 4 tahun, tapi tak pernah satu kalipun profit, namun investor berebut invest. Bahkan muncul pesaingnya,  Grab (milik Lippo Group) & Uber. Bisnis macam apa ini? investornya sudah tidak sayang uang, apa?

Jawabannya ternyata terjawab di bulan ini, perusahaan ojek online Gojek dibeli Tencent, pesaing kuat Alibaba (Jack Ma). Tencent beli Gojek dengan nilai 1,2 Billion USD, atau setara dengan 16,2 trilyun rupiah. Jelas ini pasti bukan perusahaan ojek online biasa.

Perusahaan ojek online Gojek ternyata mau jadi lembaga keuangan non bank terbesar di Indonesia. Dengan layanan GoPay-nya,  ia mau jadi konglomerasi e-money terbesar, mengalahkan e-money perbankan seperti Mandiri, BNI, BRI sekalipun.

Menurut riset lembaga survei JakPat pada Desember 2016 lalu, persentase penggunaan GoPay di Indonesia telah mencapai 27,1 persen, berada di urutan keempat setelah Mandiri e-Money (43,8 persen), BCA Flazz (39,1 persen), dan Telkomsel T-Cash (29,1 persen).

Para mitra Gojek pun (driver Gojek)  menjadi jembatan perusahaan itu  untuk mencapai tujuannya. Yang fokusnya adalah transaksi.. transaksi.. dan transaksi. Segala jenis produk yang dikeluarkan, ujungnya untuk meningkatkan transaksi dan database pelanggan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kuasai informasi kuasai dunia. Namun tambah lagi, kuasai perputaran uang, anda kuasai seluruh dunia.

Itulah yang dilakukan Jack Ma. Kuasai e-commerce, lalu buat J&T, perusahaan logistik keren 1 hari sampai. Untuk apa? Untuk melihat lebih jeli peta pergerakan uang dan transaksi di grass root. Dan apa selanjutnya?

Sebentar lagi Jack Ma akan buat perusahaan e-money di Indonesia, mungkin Alipay akan buka cabang segera di sini. Kita lihat saja nanti. Ujungnya, mereka semua akan membuat lembaga keuangan non bank, untuk kuasai transaksi, database, dan dunia.

Terus, apa yang harus kita lakukan? Mari belanja di apa yang di-niaga-kan oleh umat Islam, Kita Mart, 212 Mart dan Pasar Tradisional. Bila mau transaksi, bisa lewat Paytren milik Yusuf Mansyur. Dan sebisanya mengurangi aktivitas belanja melalui e-commerce.

Boleh juga meramaikan transaksi di Bukalapak yang bermisi memberdayakan UKM. Bukalapak mungkin kedepan akan bisa jadi kompetitornya Jack Ma. Cuma ya itu, butuh dana sekuat 16,2 trilyun tadi. (M. Ilham, Batangtoru)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *