Jejak Afirmasi Kartini: Mengenali Kartini, Mengakrabi Substansi
Oleh: Hj. Siti Muntamah Oded, S.Ap. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat)
Terasjabar.co – Memasuki hari ke-10 bulan suci di tahun 1443 Hijriyah ini, tepat dengan sebuah penanggalan monumental, yakni Hari Kartini.
Hari Kartini, hari di mana rerata orang memahami atau memaknai atau mendifinisikan sebagai patok emansipasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dinyatakan bahwa emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan, persamaan hak dalam berbagai kehidupan masyarakat (seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria).
Namun penting untuk kita telaah lebih dalam bahwa persamaan hak tidak kemudian ditafsirkan sebagai sebuah kebebasan tanpa norma.
Mengenali Kartini, Mengakrabi Substansi
Selanjutnya, penting untuk kita maknai bersama bahwa salah satu nilai perjuangan seorang Kartini adalah “melek” alias awas alias alias mampu merespons. Melek terhadap apa?
- Melek terhadap perkembangan ilmu pengetahuan
- Melek terhadap kebutuhan zaman
- Melek terhadap ruang kosong untuk diisi dengan kontribusi.
Mengapa harus “melek”?
Karena memang spirit Kartini itu sendiri adalah melek. Salah satunya, melek terhadap fenomena tentang hak pendidikan untuk perempuan. Bagaimana beliau mengafirmasi harapannya untuk bisa sekolah, untuk dapat membaca sebagaimana mestinya, untuk menikmati kursus-kursus keterampilan sebagai bekal kehidupan.
Artinya, spirit Kartini tidak sepragmatis persoalan sejajarnya kaum perempuan dan kaum laki-laki. Karena bila kita tafakuri, dengan adanya perbedaan gender yang telah Allah takdirkan kepada manusia, hal demikian telah diikuti dengan fitrahnya yang yang berbeda.






Leave a Reply