Dedi Mulyadi: Produk UMKM Jabar Butuh Branding Berkarakter

Terasjabar.co – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi siap mendorong upaya branding produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Menurut dia, branding sangat dibutuhkan dalam rangka menarik minat konsumen untuk membeli sebuah produk.

Hal ini Dedi Mulyadi sampaikan saat berkunjung ke Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin (30/4/2018).

Di desa tersebut, Dedi Mulyadi menerima keluhan seorang perajin suvenir yang terbuat dari bahan sarengseng yang merupakan dahan pohon bambu yang biasanya tidak terpakai.

Namun, ditangan salah seorang warga bernama Yusuf (63), sarengseng memiliki nilai ekonomi karena diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan. Seperti, gelang, pulpen, gantungan kunci dan kerajinan lain.

“Kita pasarkan ke daerah wisata di Jawa Barat. Harga dari kita ke penjual itu Rp 25 ribu-Rp30 ribu per lusin. Mereka biasanya menjual kepada konsumen dengan harga Rp 5 ribu per satu buah,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, industri UMKM termasuk sektor menjanjikan bagi peningkatan taraf hidup ekonomi pekerjanya. Bahkan, jika dihitung, jumlah upah perajin di daerahnya lebih besar dari UMK untuk seorang buruh.

“Tinggal dihitung, satu orang bekerja di pabrik itu sehari dibayar Rp 80 ribu, sebagai perajin dibayar Rp 60 ribu. Bedanya, kalau di pabrik kita tidak bisa sembarang masukan orang baru, kalau di sini, satu keluarga bisa kerja. Hanya saja, kita agak repot di pemasaran,” ujarnya.

Dedi Mulyadi memandang, omset pemasaran produk UMKM dapat lebih masif jika didukung oleh pola branding yang kuat. Karena itu, keluhan Yusuf tentang sulitnya pemasaran dapat terselesaikan.

“Selain branding berkarakter wilayah, infrastruktur pariwisata juga harus baik. Jalannya tidak macet, tata kotanya bersih. Wisatawan akan datang dan itu kan pasar. Mereka harus tertarik kepada produk kita, oleh karena itu kita harus membrandingnya dengan baik,” kata Dedi.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + 20 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data