27 Kabupaten/Kota Sampaikan 2.000 Usulan Pembangunan ke Pemprov Jabar

Terasjabar.co – Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar Yuke Maulani Septiana mengatakan sebanyak 27 kabupaten/kota telah menyampaikan 2.000 lebih usulan rencana pembangunan kepada Pemprov Jabar.

“Saat ini kami sedangmengolah 2.000 usulan kabupaten/kota. Angka ini belum memasukan usulan dari masyarakat dan OPD. Untuk nilainya secara total belum kita hitung, sekarang yang lagi diolah 2.000 usulan,” kata Yuke Maulani, di Bandung, Jumat (29/3/2019).

Yuke menuturkan dari angka tersebut pihaknya menargetkan hanya mengakomodasi satu lokasi satu kegiatan. Menurut dia, pada tahun lalu sampai Musyarawarah Rencana Pembangunan Jabar digelar, pihaknya menerima usulan hingga 30.000 kegiatan.

“Dan itu masuk sistem e-planning, tapi yang disaring menjadi APBD untuk bantuan ke kabupaten/kota itu hanya 2.600 kegiatan,” ujarnya.

Dia mengatakan angka usulan ini diprediksi masih akan bertambah sampai penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020 pada Juni 2019.

Akan tetapi pihaknya memastikan, kegiatan yang diprioritaskan untuk diberi bantuan keuangan adalah program yang menunjang kepariwisataan di daerah seperti penataan alun-alun, hingga akses ke objek wisata.

“Untuk Program Penataan Alun-alun itu untuk kepariwisataan,” tuturnya.

Pihaknya memastikan provinsi pun tidak mungkin membiayai seluruhnya ribuan usulan tersebut dan ia mengaku ketika APBD Provinsi tak mampu mendanai, maka pihaknya akan meneruskan usulan tersebut ke Pemerintah Pusat.

“Kami sudah ada mitra CSR Jabar ada 167 perusahaan dan forum BUMN kita tawarkan, yang tidak terakomodir APBD kita tawarkan ke swasta,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − six =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data